PELUANG USAHA: Menyeruput Kopi Buatan Istri

Beragam tipe cara anak zaman now nongkrong di kedai kopi atau mendorong pemilik usaha gerai atau kafe kopi berusaha membuat sesuatu yang berbeda dibanding dengan tempat lain. Salah satunya seperti yang dilakukan Kopimana27.
Rayful Mudassir | 10 April 2018 16:18 WIB
. - .

Bisnis.com, JAKARTA- Beragam tipe cara anak zaman now nongkrong di kedai kopi atau mendorong pemilik usaha gerai atau kafe kopi berusaha membuat sesuatu yang berbeda dibanding dengan tempat lain. Salah satunya seperti yang dilakukan Kopimana27.

Bukan hanya sekadar tempat minum kopi dengan cita rasa yang konsisten, Kopimana27 berani untuk mengusung konsep unik, yakni Warung Kopi dan Penitipan Istri.

Tak heran jika memasuki warung yang berada di Jalan Prof DR Supomo No. 45 Tebet Barat, Tebet, Jakarta Selatan itu, bahasan istri terpampang jelas di dinding dalam warung. ‘Selayaknya Istri, Kopi Adalah Titipan’.

Kalimat tersebut setidaknya membuat pengunjung tergelitik saat membacanya, tidak jarang pula banyak konsumen mengabadikan momen bersama kerabat berlatar tulisan itu.

Ronny, Pemilik Kopimana27 menjelaskan bahasa tentang istri dijadikan sebagai pemersatu tema dari warung kopi. Ini juga jadi pembeda antara Kopimana27 dibanding kedai kopi lainnya.

 

Di tengah semakin maraknya pergeseran cara menikmati kopi, kawula muda masa kini bukan hanya menikmati sajian menu baik makanan maupun minuman, namun tingkat kenyamanan, suasana bahkan konsep tertentu yang instagramable dianggap jadi salah satu hal penting guna menarik minat pengunjung.

Dari sisi ruangan, sejak memasuki gerai, pengunjung terlebih dulu akan menemui meja barista untuk memesan kopi maupun hidangan lain. Uniknya lagi, bagi pemesan, akan diberi semacam alat pemanggil berbentuk kotak tipis persegi panjang seukuran genggaman. Jika berbunyi, itu artinya konsumen harus kembali ke meja pesanan untuk mengambil menu yang diorder tadi.

Selain itu sajian kemasan untuk minuman juga ditampilkan secara berbeda. Jika anda memesan cold brew misalnya, akan menemukan kata-kata unik. Selain kopi buatan istri, Kopimana27 sedikit berguyon dengan tulisan kecil di bawahnya seperti  ‘Berdiri sejak tidak dapat kursi’.

 “Semua berawal dari kami menyewa garasi di Jl Tebet Barat Dalam 7 pada tahun 2015, dan pada 2016 pindah ke tempat sekarang,” ceritanya.

DI samping itu, di sisi dinding juga terpajang tulisan pemersatu penikmat kopi yakni ‘Pastikan kita seirama’. Tulisan ini juga tertera dalam kemasan minuman lainnya, misalnya jika anda memesan minuman manual brew.

“Selain cita rasa yang konsisten yang kami berikan, kami juga memberikan pelayanan yang hangat kepada semua pengunjung,” kata Ronny kepada Bisnis.

DIBUAT PENASARAN

Di samping memaksimalkan konsep unik ini, Kopimana27 turut menyajikan minuman unik, khas dan paling digemari, yaitu kopi buatan istri, minuman kopi yang disajikan dalam botol itu bisa dibilang sebagai salah satu andalan serta mengangkat nama Kopimana27.

Tak jarang pengunjung yang berada di lokasi terlebih dulu menanyakan kesediakan cold brew, minuman yang diseduh dalam botol. Sebelum dikonsumsi, minuman itu disimpan terlebih dulu dalam lemari pendingin selama satu malam, baru kemudian dapat dinikmati. Namun di tiap akhir pekan, minuman ini mudah kehabisan stok karena memang digemari penikmat kopi.

 “Menurut kami, nama dan kemasannya yang membuat minuman tersebut unik,” jelas Ronny.

Selain itu menu lainnya yang menyita perhatian pengunjung adalah taylor swift (red velvet latte). Kebanyakan konsumen suka bertanya-tanya tentang minuman seharga Rp35.000 tersebut. Bahkan saat mulai dinikmati, pengunjung sampai terkejut hingga tertawa sebab keunikan nama yang di usung, dan tentunya cita rasanya.

Bagi Ronny, hal utama yang harus diberikan kepada konsumen adalah pelayanan. Menurutnya, strategi dan trik khususnya adalah mengutamakan  pelayanan yang hangat kepada semua pengunjung agar merasa seperti di rumah sendiri dan seperti keluarga jika berada di dalam kopimana27.

“Sehingga kenyamanan akan muncul dan akan membuat kesan yang bagus kemudian pasti akan kembali lagi,” ujarnya.

Dia memperkirakan pertumbuhan bisnis minuman kopi akan tetap baik, paling tidak hingga dua tahun mendatang. Bahkan bisa disebut masih menjanjikan. Namun konsistensi kedai kopi tetap bergantung pada pasar dan konsep yang diusung sehingga mampu memikat pelanggan.

 

Tag : peluang usaha
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top