Beli 50 Boeing 737, Lion Air Didanai Bank Exim AS Rp84,24 Triliun

Lion Air Group didanai oleh Bank Exim dari Amerika Serikat (Export-Import Bank of The United States/Exim) sehubungan dengan pembelian 50 pesawat tipe Boeing 737 MAX 10.
JIBI | 11 April 2018 07:38 WIB
Lion Air - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Lion Air Group didanai oleh Bank Exim dari Amerika Serikat (Export-Import Bank of The United States/Exim) sehubungan dengan pembelian 50 pesawat tipe Boeing 737 MAX 10.

Nilai kontrak pembeliannya mencapai US$ 6,24 miliar atau sekitar Rp 84,24 triliun.

"Kalau tidak ada mereka (Exim) mana berani kita," kata President sekaligus CEO Lion Air Group Edward Sirait usai penandatanganan kontrak pembelian pesawat di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Selasa (10/4/2018).

Edward menyatakan, pendanaan dari Exim akan dilunasi dengan mekanisme cicil. Jangka waktu cicilan, yakni 7-15 tahun. Menurut dia, bunga yang dipatok Exim tergolong rendah. Edward enggan merinci besaran bunga dan jumlah cicilan pembayaran per bulannya.

"Bunganya seksi," ujar Edward.

Hingga saat ini, pembiayaan Boeing 737 MAX 10 baru didanai oleh satu bank. Meski begitu, kata Edward, Lion Air Group tak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan bank lain.

Edward mengaku tak bekerja sama dengan bank lokal lantaran penggantian uang pembelian Boeing harus menggunakan kurs dolar Amerika.

"Dalam bank lokal US dolar agak ribet," ujarnya.

Boeing 737 MAX 10 fokus untuk penerbangan jarak jauh dari regional ke negara di kawasan Asia. Misalnya, penerbangan dari Lombok-Cina dan Batam-Cina. Menurut dia, Lion Air Group masih merancang rute lain.

Boeing 737 MAX 10 dapat menempuh perjalanan selama tujuh jam dan maksimal delapan jam. Panjang badan pesawat mencapai 43,8 meter atau 143 kaki dengan kapasitas 200 penumpang. Boeing 737 MAX 10 baru dikirim dari Amerika untuk Lion Air pada 2021.

Sumber : Tempo

Tag : lion air
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top