BGR Kejar Target Pertumbuhan Pendapatan 23,21 Persen

PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyedia jasa logistik menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar dua digit pada tahun 2018.
Jaffry Prabu Prakoso | 11 April 2018 20:59 WIB
Direktur Utama PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) R Ruli Adi (kedua kanan), berbincang dengan Direktur Garuda Cargo Sigit Muhartono (kedua kiri) didampingi Direktur BGR Moh. Affan (dari kiri), Direktur M. Taufik Hidayat dan Direktur Nofrisel saat meninjau salah satu gudang milik BGR seusai penandatanganan nota kesepemahaman tentang bisnis layanan logistik, kargo udara, dan jasa kurir di Jakarta, Kamis (23/2). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA  – PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyedia jasa logistik menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar dua digit pada tahun 2018.

Plt Direktur Utama BGR Mohammad Affan mengatakan target pendapatan BGR pada 2018 sebesar 23,21 persen dibandingkan pada tahun 2017. 

 “Kami menargetkan pendapatan tahun 2018 sebesar Rp1,38 triliun. Dengan tumbuhnya kinerja perseroan, sebagai perusahaan milik negara tentunya akan memberikan dampak positif kontribusi untuk negara nantinya,” katanya, Rabu (11/4/2018).

Untuk mencapai hal tersebut, Affan menerangkan BGR telah menyiapkan sejumlah strategi perusahaan, diantaranya dengan melakukan intensifikasi pelanggan yang eksisting, mengakuisisi pelanggan baru, serta melakukan intensifikasi pelanggan korporat dan retail untuk jasa kurir.

Affan menjelaskan bahwa pertumbuhan kinerja perseroan tidak hanya berdiri secara sendiri tapi  juga dipengaruhi oleh pertumbuhan kinerja dari para pelanggan perseroan. 

Selain itu, jasa perseroan yang sudah eksisting seperti pergudangan, distribusi, transportasi, dan forwarding akan terus dioptimalkan. 

Untuk jasa kurir dan jasa waste integrated solution (WIS), BGR akan melakukan penguatan di dua jasa bisnis tersebut. 

“Pada awal tahun 2018 ini, unit jasa kurir, yakni BGR  Ekspress pun telah mencapai titik impas dan telah mulai mencetakkan laba di tiap bulannya, sejak berdiri pada 2015 lalu,” ungkapnya.

Hingga Desember 2017, telah membukukan pendapatan sebesar Rp1,12 triliun atau tumbuh 11,31 persen secara year on year (yoy). Sedangkan untuk laba pada tahun 2017 mencapai Rp60,95 miliar atau tumbuh  21,38 persen (yoy).

Tag : logistik
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top