Apkasindo: Petani Idamkan Bunga KUR Lebih Rendah

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menilai bunga penyaluran bantuan kredit usaha rakyat (KUR) pada para petani harus lebih rendah.
Pandu Gumilar | 11 April 2018 18:21 WIB
/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menilai bunga penyaluran bantuan kredit usaha rakyat (KUR) pada para petani harus lebih rendah.

Sekjen Apkasindo Asmar Arsjad mengatakan tidak perlu membuat Permentan khusus perkebunan jika bunganya tidak kurang dari 5%. Menurutnya dengan bunga yang lebih rendah akan lebih bagus untuk menstimulasi petani.

"Bunganya lebih murah tidak? Kalau tidak, buat apa bikin KUR khusus? Kalau mau bikin KUR Khusus turunkan bunganya," katanya kepada Bisnis, Rabu (11/4/2018)

Asmar mengatakan akses untuk mendapatkan kredit ini pun harus dipermudah agar petani mau menggunakannya.

Sementara itu, Kementerian Pertanian sedang meramu peraturan menteri yang mengatur regulasi tentang pemberian kredit usaha rakyat (KUR) kepada petani.

Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Bambang mengatakan kementan sedang dalam tahap meramu peraturan menteri yang mengatur regulasi tentang pemberian kredit usaha rakyat (KUR) kepada petani.

"Permentan KUR sedang dalam tahap penyelesaian. Sebagai upaya tindak lanjut dari perpres tentang KUR. Namun ini khusus KUR untuk pertanian dan perkebunan yang sedang disusun untuk mekanisme pelaksanan," katanya.

Menurutnya Permentan diperlukan agar ada payung hukum yang menaungi penyaluran kredit tersebut. Bambang mengatakan kementan sebagai penanggung jawab program kur bagi petani perlu menaunginya.

Petani akan menerima bantuan kur dengan masa tenggang 5 tahun. Dalam hal ini Bambang mengatakan itu adalah waktu yang ideal bagi petani untuk bisa mengembalikan bantuan tersebut.

"KUR Kelapa Sawit diberikan masa tenggang 5 tahun itu adalah waktu yang ideal walaupun 2 tahun sebenarnya sudah berbuah. Bunga untuk KUR juga tetap 5%," katanya.

Bambang mengatakan Permentan ini tidak cuma akan mengatur komoditas kelapa sawit, tapi juga komoditas lain seperti kopi, kokoa dan tebu. Menurutnya tiap petani komoditas pada komoditas tersebut memiliki keperluan dan kemampuan yang berbeda.

Tag : pertanian, perkebunan
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top