Kemenhub Pastikan Bandara APT Pranoto Gantikan Bandara Temindung

Kementerian Perhubungan memastikan calon Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto yang berada di Sungai Siring, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, siap menggantikan operasional Bandara Temindung.
Rio Sandy Pradana | 12 April 2018 22:49 WIB
Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak ketika meninjau Bandara APT Pranoto di Samarinda pada November 2017. - Humas Pemprov Kaltim

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan memastikan calon Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto yang berada di Sungai Siring, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, siap menggantikan operasional Bandara Temindung.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso mengatakan Bandara APT Pranoto sudah siap beroperasi, tinggal menunggu finalisasi verifikasi untuk mendapatkan sertifikat bandar udara yang prosesnya akan diselesaikan sebelum bandara beroperasi.

"Pengoperasian Bandara APT Pranoto sangat mendesak untuk pengembangan konektivitas penerbangan di Samarinda. Apalagi Bandara Temindung Samarinda Lama sudah tidak dapat dikembangkan," kata Agus dalam siaran pers yang dikutip pada Kamis (12/4/2018).

Dia menjelaskan panjang landasan Temindung yang berukuran 1.040 m x 23 m hanya bisa melayani pesawat sekelas ATR 42 dengan restriksi khusus.

Landasan tidak bisa diperpanjang karena terletak di tengah permukiman padat Kota Samarinda. Selain itu, kompleks Bandara Temindung juga langganan banjir.

Menurutnya, warga Samarinda memang sudah mengharapkan Bandara APT Pranoto segera beroperasi. Keberadaan bandara, selain bisa meningkatkan pariwisata, juga diharapkan bisa menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar sehingga meningkatkan kesejahteraan mereka.

Bandara APT Pranoto ini sudah mulai dibangun oleh Pemprov Kalimantan Timur mulai 2011 dan selesai pada 2013. Ketika itu, fungsi bandara tersebut belum lengkap karena belum ada bangunan sisi udara (taxiway, apron, runway, dan pemadam, kebakaran), bahkan jaringan listrik belum ada.

Pada awal 2015 bandara itu dibangun kembali dengan menyelesaikan bangunan sisi udara secara bertahap.

Kemudian pada 2016 diikuti dengan penyerahan bandara ini dari Gubernur Kalimantan Timur kepada Direktur Jenderal Perhubungan Udara untuk dikembangkan dan dioperasikan lebih lanjut.

Tag : bandara
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top