Desain dan Kemasan Tentukan Nilai Produk Ekspor

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda mengatakan sejak 2016, kementerian telah membentuk Indonesian Design Development Center (IDDC) untuk mengembangkan potensi usaha dalam negeri agar dapat menciptakan kemasan terbaik serta mampu melakukan ekspor.
Rayful Mudassir | 23 April 2018 19:18 WIB
Ilustrasi. - .uwitanfurniture.com

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda mengatakan sejak 2016, kementerian telah membentuk Indonesian Design Development Center (IDDC) untuk mengembangkan potensi usaha dalam negeri agar dapat menciptakan kemasan terbaik serta mampu melakukan ekspor.

Pihaknya mengaku selain meningkatkan kualitas produk, pengusaha dapat membuat sebuah inovasi untuk mendesign kemasan atau tampilan dari produk yang dijual. Hasilnya diyakini akan memberikan nilai tambah untuk harga produk tersebut.

“Kalau sudah di desain saya yakin harganya lebih mahal. Kami mencoba lakukan pendampingan kepada pelaku UKM. Saat memulai kami berikan pendampingan dan bagaimana membuat kemasan yang menarik,” katanya di Gedung Kemendag, Senin (23/4/2018).

Kementerian Perdagangan sendiri setidaknya telah melakukan pembinaan terhadap puluhan pelaku usaha. Pengusaha kecil yang dibina merupakan hasil seleksi dari sejumlah daerah. Sementara waktu pembinaan hingga mampu ekspor sendiri berkisar tiga hingga enam bulan. Dalam satu tahun pemerintah menargetkan dapat membina 20 pelaku usaha kecil menengah.

Arlinda memaparkan, produk yang dikemas atau didesain secara maksimal akan membuat harga barang tersebut melonjak hingga tiga kali lipat. Dia mencontohkan, sebuah kursi dari dalam negeri di desain dengan cukup apik hingga terjual dengan harga €1.350 per pcs. Adapun sejumlah sektor yang didampingi diantaranya pengusaha tekstil dan home decor.

“Kami harapkan langkah itu dapat membantu peningkatan ekspor manufaktur ke depan,” katanya.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional kembali menggelar ajang Good Design Indonesia (GDI) untuk kedua kalinya. Kegiatan ini merupakan ajang penganugerahan terhadap karya desain produk terbaik di Indonesia.

Pendaftaran GDI 2018 telah dibuka sejak 17 April 2018 hingga 15 Mei 2018. Ajang ini bertujuan memperkenalkan produk-produk dalam negeri yang memiliki nilai tambah melalui pengembangan desain, sekaligus mendorong kinerja ekspor nonmigas Indonesia ke pasar dunia.

Adapun kategori produk yang diperlombakan yakni transportasi, furniture dan home decor, elektronik, peralatan rumah tangga, produk untuk gaya hidup dan aksesoris hingga kemasan dan grafis produk.

Kegiatan GDI juga merupakan ajang seleksi produk ekspor berbasis desain. Kegiatan ini bertujuan memotivasi dan mendorong para pelaku usaha untuk dapat mengembangkan produk berbasis desain. Melalui ajang ini diharapkan produk Indonesia dapat berorientasi ekspor.

Ajang GDI terbuka bagi semua pelaku usaha dan desainer, dengan syarat diproduksi di Indonesia, didesain oleh desainer Indonesia, dan dipasarkan di Indonesia. Pelaku usaha maupun desainer yang berminat dapat mendaftar melalui situs http://id-designmark.org.

Dalam penyelenggaraan GDI tahun ini, produk yang didaftarkan harus memiliki sertifikasi SNI untuk kategori elektronik, transportasi, dan peralatan rumah tangga. Peraih penghargaan GDI akan mendapatkan kesempatan publisitas produk oleh Kementerian Perdagangan. Selain itu, para pemenang berkesempatan tampil dalam pameran produk berskala nasional maupun internasional dan memperoleh pengakuan dengan memakai logo GDI.

“Para pelaku usaha dan desainer Indonesia diharapkan turut berpartisipasi dalam kompetisi ini, karena GDI merupakan ajang yang tepat untuk mempromosikan produk mereka, bukan hanya di Indonesia tapi di mata dunia,” kata Arlinda.

Ditjen PEN bekerja sama dengan Japan Institute of Design Promotion (JDP), selaku penyelenggara kegiatan G-Mark di Jepang yang sudah berjalan sejak 1957. Melalui kerja sama ini, para pemenang GDI berkesempatan untuk langsung masuk ke Tahap II pada kompetisi G-Mark tersebut. Selain JDP, penyelenggaraan GDI juga didukung oleh Japan External Trade Organization (JETRO).

GDI pertama kali diselenggarakan pada tahun 2017. Konsep kegiatan GDI mengadaptasi konsep penyelenggaraan Good Design Award di Jepang, yang tahun ini dilaksanaan untuk ke-61 kalinya. Setiap tahunnya, Good Design Award diikuti sekitar 43 negara dengan jumlah produk yang didaftarkan mencapai lebih dari 4.000 produk.

Setelah melalui rangkaian proses seleksi, JDP selaku pihak penyelenggara memberikan penghargaan G-Mark kepada 1.000 karya desain yang memenuhi standar kriteria Good Design. Negara-negara yang telah bekerja sama dengan JDP dalam perhelatan ini adalah India, Thailand, dan Singapura.

 

Tag : ekspor
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top