Pemerintah Kibarkan Gerakan Ayo UMKM Jualan Online

Lis Sutjiati, Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), mengatakan salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui gerakan Ayo UMKM Jualan Online
Agne Yasa | 24 April 2018 15:14 WIB
. - .Bisnis/Agne Yasa

Bisnis.com, JAKARTA --  Lis Sutjiati, Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), mengatakan salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui gerakan Ayo UMKM Jualan Online.

Dia menjelaskan UMKM menjadi andalan dari perekonomian Indonesia dan saat ini telah berkontribusi sekitar 60% pada Produk Domestik Bruto (PDB) atau GDP Indonesia.

Lis menambahkan dari data tersebut juga mencatat bahwa UMKM yang telah masuk pasar daring (online) mencatat penjualan yang lebih baik.

Menurut McKinsey Institute, nilai transaksi UMKM yang beralih ke online akan berkembang dua kali lebih cepat. Namun, dari sekitar 59 juta UMKM di Indonesia, baru 3,97 juta UMKM yang sudah go online saat ini.

"Jadi kalau kita bisa membawa UMKM Indonesia go online pasti mereka akan berkontribusi ke ekonomi Indonesia lebih baik lagi," ujar Lis, di sela-sela acara Peluncuran Gerakan Ayo UMKM Jualan Online, Selasa (24/4/2018).

Di saat yang sama, katanya, telah menjadi perubahan pola belanja dari masyarakat yang sudah mencari kebutuhan lewat daring.

"Kalau UMKM ini tidak kita bantu untuk segera berjualan online nanti malah kehilangan pembeli mereka, jadi kita perlu membantu mereka online segera supaya tidak kehilangan marketnya," ujarnya.

Selain itu, melalui keberadaan teknologi, setiap orang memiliki kesempatan untuk memiliki toko secara daring secara gratis dan memiliki akses pasar yang luas.

"Ini yang mau kami buka, kami buka pintu, jendela bagi UMKM untuk bisa eksis di dunia internasional tapi awalnya kita jadi tuan rumah di negeri sendiri di Indonesia," katanya.

Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2017, 96,87% dari angkatan kerja di Indonesia bekerja di sektor UMKM. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi UMKM terhadap perekonomian cukup besar mencapai 61.41% dengan jumlah UMKM telah mencapai 60 juta unit.

Gerakan Nasional Ayo UMKM Jualan Online mendorong pelaku UMKM berkumpul, mengembangkan usaha, dan memperluas pasar.

Melalui Gerakan Nasional Ayo UMKM Jualan Online, Kementerian Kominfo bersama pemangku kepentingan mendorong UMKM berkumpul, mengembangkan usaha dan memperluas pasar. Gerakan Nasional ini menargetkan UMKM dapat bersaing di tingkat regional dan global.

"Data dari Kementerian Koperasi dan UKM, ada 59,26 juta UMKM di indonesia. Coba diambil setengahnya saja yang go-online, Indonesia bisa menelurkan minimal 10 Unicorn baru yang dapat membuat Indonesia tampil di dunia," katanya.

Lis menegaskan, Gerakan Nasional ini merupakan bentuk dukungan negara bagi UMKM. "Acara ini bukan acara pemerintah, pemerintah cuma di belakang. Ini gerakan nasional, perayaan bahwa negara ini mendukung para UMKM untuk maju menjadi pemain global."

Tag : belanja online
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top