Dukungan Terhadap Petani Kecil Jadi Solusi Keamanan Pangan

Dukungan terhadap pemilik kebun rakyat dan petani kecil disebut sebagai solusi jangka panjang dalam keamanan pangan.
Annisa Margrit | 25 April 2018 11:52 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (tengah) mengunjungi pameran dalam acara The 6th International Conference on Oil Palm and Environment yang bertemakan Embracing Sustainable Palm Oil: Solutions for Local Production and Global Change di Nusa Dua, Bali, Rabu (24/4). - Bisnis/Annisa Margrit

Bisnis.com, NUSA DUA — Dukungan terhadap pemilik kebun rakyat dan petani kecil disebut sebagai solusi jangka panjang dalam keamanan pangan.

Chairman dan CEO Sinar Mas Agribusiness and Food Franky Oesman Widjaja mengatakan industri agribisnis mesti berkomitmen menjaga lingkungan jika ingin bisnisnya berkelanjutan.

“Keberlanjutan hanya dapat dicapai ketika ada keseimbangan antara peluang ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya di sela-sela The 6th International Conference on Oil Palm and Environment yang bertemakan Embracing Sustainable Palm Oil: Solutions for Local Production and Global Change di Nusa Dua, Bali, Rabu (24/4/2018).

Dukungan kepada petani kecil dinilai sebagai salah satu jalan untuk bisa mencapai keseimbangan antara keamanan pangan dan perlindungan lingkungan.

Franky menyebut peremajaan tanaman (replanting), pemberian sertifikan lahan secara gratis, dan penurunan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR), dari 9% menjadi 7%, dapat membantu penguatan petani kecil. Dia mengklaim kelapa sawit adalah komoditas yang paling efisien, termasuk bagi petani kecil, karena rasio penggunaan lahan terhadap produktivitasnya lebih tinggi.

Adapun program peremajaan sawit diluncurkan pada akhir 2017 dan tahun ini ditargetkan dapat mencakup lahan seluas 145.000 ha dengan biaya Rp4,6 triliun.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan pada 2045, jumlah penduduk Indonesia bisa mencapai 1 miliar jiwa. Pertumbuhan populasi mesti diimbangi dengan naiknya produksi pangan.

Dia menyebutkan rasio penggunaan lahan untuk kelapa sawit adalah 21,9 miliar hektare (ha) dengan total produksi 65 juta ton per tahun. Yield produksinya hampir 4 ton per ha.

Dengan riset yang berkelanjutan, lanjut Darmin, produktivitas disebut bisa meningkat menjadi 12 ton per ha.

Sementara itu, 122 miliar ha lahan kedelai hanya bisa menghasilkan 45,8 juta ton per tahun dan yield 0,4 ton per ha. Produksi minyak dari bunga matahari (sunflower oil) disebut sebesar 25 juta ton per ha dan yield 0,6 ton per ha.

Adapun lahan rapeseed oil yang seluas 36 miliar ha menghasilkan 25,8 ton per ha dengan yield 0,7 ton per ha.

Tag : agribisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top