IPC Genjot Kargo Ekspor

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) bakal menggenjot kargo ekspor sejalan dengan pembukaan pelayaran langsung (direct call) dari Pelabuhan Tanjung Priok. Peningkatan kargo ekspor diharapkan bisa berkontribusi terhadap target pertumbuhan arus peti kemas perseroan sebesar 10% pada 2018.
Rivki Maulana | 15 Mei 2018 19:06 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) bakal menggenjot kargo ekspor sejalan dengan pembukaan pelayaran langsung (direct call) dari Pelabuhan Tanjung Priok. Peningkatan kargo ekspor diharapkan bisa berkontribusi terhadap target pertumbuhan arus peti kemas perseroan sebesar 10% pada 2018.

Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya mengatakan sejak 2017 Pelabuhan Tanjung Priok sudah melayani direct call ke Amerika Serikat dan Eropa dengan kapal berkapasitas 8.000 TEUs. Kini, Tanjung Priok kedatangan kapal berukuran lebih besar, yakni CMA CGM Tage berukuran 10.000 TEUs, menyusul kapal APL Salalah berkapasitas 10.642 TEUs yang sudah singgah pada 3 Mei 2018 lalu.

Elvyn menuturkan, kehadiran kapal raksasa telah menarik kargo dari luar Jawa untuk singgah di Tanjung Priok sebelum diekspor ke luar negeri. Untuk itu, IPC tengah fokus melakukan konsolidasi kargo dari luar Jawa ke Jakarta. "Kami harapkan Tanjung Priok jadi transhipment port. Jadi kargo dari domestik lebih baik dikumpulkan di sini ketimbang ke Singapura karena bisa lebih murah," jelasnya selepas acara pelepasan ekspor kapal CMA CGM Tage, Selasa (15/5/2018).

Elvyn mengatakan, biaya pengiriman kontainer dengan direct call lebih hemat US$300 per kontainer untuk ukuran 40 kaki dan US$100 untuk ukuran 20 kaki. Selain itu, waktu tempuh mencapai 24 hari, lebih cepat ketimbang pengiriman tanpa direct call yang memakan waktu hingga 32 hari.

Sementara itu, kapal CMA CGM Tage yang berlabuh di Tanjung Priok mencatat bongkar muat 4.290 TEUs. Jumlah tersebut terdiri dari kargo muat 2.385 TEUs dan kargo yang dibongkar sebanyak 1.905 TEUs.

Muatan yang diangkut kapal berbendera Malta itu berasal dari berbagai daerah ; seperti ikan beku dari Bitung ; barang elektronik dari Surabaya ; furnitur dan alas kaki dari Semarang ; karet dan kertas dari Medan ; serta garmen, ban, sepatu dari Bandung dan Jabodetabek.

Elvyn mengungkapkan, perusahaan pelayaran lain juga tertarik untuk memboyong kapal raksasa berkapasitas 14.000 TEUs ke Tanjung Priok. "Kami jajaki dengan yang lain, yang 14.000 TEUs itu rencananya pertengahan Juni akan datang," ujarnya

Tag : ekspor
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top