Libatkan Pemegang Konsesi, KLHK Cegah Karhutla Berbasis Klaster

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama perusahaan pemegang konsesi melaksanakan program pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis klaster sebagai solusi di tingkat tapak.
Sri Mas Sari | 15 Mei 2018 22:03 WIB
Simulasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Siak, Riau. - Antara/Rony Muharrman

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama perusahaan pemegang konsesi melaksanakan program pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis klaster sebagai solusi di tingkat tapak.

Dalam pelaksanaan awal, dibentuk proyek perdana (pilot project) di dua lokasi, yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, dan Kabupaten Pelalawan, Riau.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffles B. Panjaitan menyampaikan pilot project di OKI dan Pelalawan menjadi percobaan penting apakah program itu dapat dijalankan di lapangan dan dapat menjadi solusi permanen pencegahan karhutla.

Program di OKI mengikutsertakan 27 perusahaan pemegang konsesi, sedangkan di Pelalawan melibatkan 30 perusahaan pemegang konsesi. Pemegang izin usaha di bidang kehutanan dan perkebunan ini didorong untuk terlibat aktif membina masyarakat desa di sekitar konsesi, melakukan deteksi dini, dan juga pemadaman dini.

"Program ini juga diharapkan mampu mengedepankan proses perubahan perilaku masyarakat untuk dapat terlibat lebih aktif dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan," kata Raffles dalam siaran pers, Selasa (15/5/2018).

Pencegahan karhutla berbasis klaster ini mewajibkan perusahaan kehutanan dan perkebunan ikut bertanggung jawab mencegah karhutla tidak hanya di wilayah konsesi, tetapi juga di luar konsesi pada radius 3-5 km.

Setiap perusahaan diwajibkan untuk menetapkan desa binaannya berdasarkan skala jarak, ring 1, ring 2, dan ring 3. Ring 1 adalah desa yang berada dalam kawasan konsesi atau langsung berbatasan dengan konsesi perusahaan. Ring 2 adalah desa-desa yang tidak langsung berbatasan dengan wilayah konsesi dan berjarak maksimal 3 km dari batas wilayah konsesi. Ring 3 adalah desa-desa yang tidak langsung berbatasan dengan wilayah konsesi dan berjarak 3-5 km dari batas wilayah konsesi.

Pelaksanaan pilot project program pencegahan karhutla berbasis klaster direncanakan dilaksanakan di tujuh provinsi rawan, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Tag : kebakaran hutan
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top