Memasuki 2018, Jumlah Konten Gambar Kekerasan di Facebook Melonjak

Jumlah konten gambar kekerasan di Facebook mengalami lonjakan pada tiga bulan pertama 2018, kemungkinan didorong oleh perang di Suriah.
Annisa Margrit | 16 Mei 2018 11:05 WIB
Ilustrasi Facebook. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Jumlah konten gambar kekerasan di Facebook mengalami lonjakan pada tiga bulan pertama 2018, kemungkinan didorong oleh perang di Suriah.

Dalam laporannya yang dirilis Selasa (15/5/2018) waktu setempat, Facebook mengungkapkan dari 10.000 konten yang ditelaah pada kuartal I/2018, terdapat sekitar 22-27 konten kekerasan berbentuk grafis. Jumlah tersebut naik dari 16-19 buah konten pada akhir 2017.

Media sosial itu juga telah menghapus atau menyematkan peringatan konten kekerasan di 3,4 juta konten selama Januari-Maret 2018. Jumlah ini melonjak dari posisi kuartal IV/2017 yang sebanyak 1,2 juta konten.

Meski tidak mengetahui sepenuhnya mengapa orang-orang mengunggah lebih banyak gambar kekerasan, tapi Vice President of Data Analytics Facebook Alex Schultz menyatakan perang Suriah diyakini menjadi salah satu penyebab.

"Kapanpun perang terjadi, ada kenaikan gambar kekerasan," ujarnya, seperti dilansir Reuters.

Laporan data detail seperti ini merupakan yang pertama dilakukan Facebook. Vice President of Product Management Facebook Guy Rosen mengatakan metrik seperti ini baru dikembangkan.

"Metrik seperti ini bisa membantu tim kami memahami apa yang sebenarnya terjadi kepada lebih dari 2 miliar orang," terangnya.

Facebook pun telah melarang unggahan ujaran kebencian dan sudah mengambil aksi terhadap 2,5 juta konten pada kuartal I/2018, tumbuh 56% dari kuartal sebelumnya. Kenaikan ini disebut disebabkan oleh perbaikan sistem deteksi Facebook.

Tercatat terdapat 837 juta konten yang dilaporkan sebagai spam, 21 juta konten berisi aktivitas seksual atau foto vulgar orang dewasa, dan 1,9 juta konten promosi terorisme yang telah ditangani oleh Facebook dalam tiga bulan pertama 2018. Plus, 583 juta akun palsu telah dihapus.

Perang Suriah dimulai pada 2011 dan belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Bulan ini, Israel menyerang infrastruktur militer Iran di Suriah.

Sumber : Reuters

Tag : facebook
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top