Alasan Startup Lebih Suka Cloud

Komputasi awan memiliki elastisitas yang jauh lebih baik dibandingkan dengan sistem penyimpanan data on prem.
Dhiany Nadya Utami | 16 Mei 2018 21:07 WIB
Komputasi awan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Memasuki era ekonomi digital, kebutuhan infrastruktur digital semakin meningkat termasuk permintaan layanan komputasi awan. Infrastruktur satu ini disebut-sebut jadi andalan para perusahaan rintisan.

AWS Asean Technology Evangelist Donny Prakoso menuturkan ada beberapa karakter yang membuat komputasi awan lebih disukai para perusahaan rintisan dibandingkan dengan pangkalan data milik sendiri atau on-premise.

Pertama, komputasi awan memiliki elastisitas yang jauh lebih baik dibandingkan dengan sistem penyimpanan data on prem.

“Lebih mudah mengendalikannya,” kata Donny dalam seminar berjudul Cloud Computing: Dengan Cloud Computing Menuju 2020, Indonesia sebagai Digital Poerhouse di Asia di Hotel Westin, Rabu, (16/5/2018).

Kedua, perusahaan rintisan biasanya memiliki dana yang terbatas sehingga mereka harus memilih sistem yang lebih terjangkau. Penyimpanan data on-premise membutuhkan biaya besar untuk membangun sistem di awal dengan kapasitas yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan. Adapun, skema pembayaran cloud lebih fleksibel karena perusahaan hanya perlu membayar sebanyak ruang yang digunakan, tanpa perlu modal di awal.

Ketiga, cloud memiliki keluasan dan kedalaman fungsi yang lebih signifikan dibandingkan dengan server on-prem. Menurut Donny sistem konfigurasi pada komputasi awa jauh lebih mudah, bahkan dapat dioperasikan oleh mereka yang awam. Sistem juga dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan pengguna, misalnya ingin membuat aplikasi-aplikasi tertentu untuk meingkatkan kinerja perusahaan.

Keempat, sistem komputasi awan jauh lebih agile dalam menyokong kebutuhan para perusahaan rintisan. Donny mencontohkan perusahaan di bidang dagang-el seringkali membutuhkan kapasitas yang naik turun, misalnya saat menggelar diskon atau promosi.

“[Saat masa promosi] pasti butuh kapasitas yang tinggi karena akses pengguna tinggi, tapi itu kan sementara, hari-hari biasa hanya membutuhkan kapasitas standar. Nah, cloud bisa mengakomodasi ini,” jelas Donny.

Terakhir, karena terhubung langsung dengan internet setiap saat, menaruh data di komputasi awan menjadi keuntungan saat perusahaan ingin berekspansi ke luar daerah bahkan luar negeri. Data yang ada di dalam cloud dapat diakses dan digunakan kapan saja tanpa harus memindahkan server atau membangun server baru di tempat yang baru.

Kelebihan komputasi awan tersebut dirasakan oleh Co-Founder dan CTO Tiket.com Natali Adrianto. Dia menceritakan ketika platform penjualan tiket daring tersebut memperoleh pendapatan Rp1 triliun pertama mereka, seluruh sistem komputasi Tiket.com yang berbasis cloud hanya dikelola oleh satu orang.

“Saking mudahnya, kami pernah menangani penjualan tiket konser sampai 35.000 tiket dan ludes dalam 10 menit, tapi [kami] santai saja menghadapi lonjakan tersebut,” kata Adrian.

Tag : cloud computing
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top