Teror Bom Berpotensi Ganggu target Kunjungan Wisman

Kementerian Pariwisata memperkirakan bakal ada penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dari target 17 juga wisatawan mancanegara tahun ini setelah adanya tragedi teror bom bunuh diri di sejumlah wilayah Tanah Air.
Rayful Mudassir | 16 Mei 2018 19:13 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya - Bisnis.com/Natalia Indah Kartikaningrum

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pariwisata memperkirakan bakal ada penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dari target 17 juga wisatawan mancanegara tahun ini setelah adanya tragedi teror bom bunuh diri di sejumlah wilayah Tanah Air.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sejauh ini setidaknya sebanyak 12 negara telah mengeluarkan travel advice atau saran perjalanan kepada warga negaranya. Meski begitu, status ini masih dinilai aman karena masih dalam kadar peringatan ringan.

Sejumlah negara yang mengeluarkan travel advice seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, Singapura, Malaysia dan Hongkong. Sementara saran perjalanan sendiri di dunia internasional terbagi tiga, mulai di tingkat terendah yakni travel advice, tingkat kedua yakni travel warning dan paling tinggi ialah travel banned.

“Bisa jadi [terjadi] penurunan [kunjungan wisman] seperti tahun lalu [saat meletusnya Gunung Agung],” kata Menpar di Gedung Ali Wardhana Kemenko Perekonomian, Rabu (16/5/2018).

Berkaca pada bencana alam Gunung Agung di Bali tahun lalu, Menpar menyebut terjadi penurunan kunjungan sekitar 1 juta wisatawan asing. Jika meletusnya Gunung Agung masuk dalam kategori gangguan natural atau alam, untuk kasus teror bom ini masuk dalam kategori gangguan keamanan.

Menpar mengemukakan pihaknya terus mengabarkan kondisi saat ini kepada wisatawan. Sebaliknya kementerian serupa di negara lain juga mengumumkan apapun yang terjadi di Indonesia untuk mengamankan warganya, terlebih negara yang sudah mengeluarkan travel advide tersebut.

Di sisi lain, pengelola hotel juga mulai meningkatkan pengamanannya. Upaya ini untuk mengantisipasi adanya kelompok tidak bertanggung jawab yang mengganggu keamanan di penginapan.

Sejumlah wilayah selama beberapa hari terakhir mengalami teror bom bunuh diri. Sejak Minggu (13/5/2018), setidaknya terjadi empat kali kejadian bom bunuh diri di Surabaya, tiga diantaranya menyerang gereja dan satu di pintu masuk Polrestabes Surabaya. Selain itu ledakan bom juga terjadi di Sidoarjo pada malam harinya. Sementara hari ini, satu terduga teroris tewas terkena peluru aparat keamanan. 

Tag : wisatawan
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top