Pemerintah Kembali Tegaskan Pasokan Beras Aman

Pemerintah meyakinkan masyarakat terutama di wilayah Jakarta, pasokan untuk memenuhi kebutuhan beras sudah aman dan cukup.
Pandu Gumilar | 16 Mei 2018 17:10 WIB
Pekerja memikul karung beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (19/1). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah meyakinkan masyarakat terutama di wilayah Jakarta, pasokan untuk memenuhi kebutuhan beras sudah aman dan cukup.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi mengatakan kecukupan tersebut dapat dibuktikan dengan melihat bukti pasokan ke gudang beras PT. Food Station Tjipinang Jaya yang dua kali lipat lebih besar dibandingkan hari biasa.

"Kami lihat seberapa besar stok di food station dan kami rasa sudah cukup melimpah. Saat ini stok beras yang dimiliki oleh gudang ini 44.000 ton dengan pasokan dua kali lipat lebih besar daripada biasanya," katanya pada Rabu (16/5/2018).

Pada hari normal, gudang beras tersebut biasanya menampung berar 20.000 ton-30.000 ton. Namun menjelang Ramadan pasokan ke gudang beras tersebut diperbesar untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.

Agung optimistis, pasokan akan terus bertambah karena sampai Juni diprediksi kan panen beras masih terjadi dan menyentuh angka 8,2 juta ton. "Kami masih akan terus suplai. Pasokan aman dan kami akan mendistribusikannya dengan cepat dan harga yang tepat," katanya.

Sementara itu, untuk menjamin harga tetap stabil dalam momentum tersebut BKP akan melakukan kontrol bersama dinas pangan daerah untuk mengawasi ketetapan harga yang ditetapkan oleh Kemendag sehingga harga tidak bergulir secara liar.

Kementan, kata Agung, juga menggelar pasar murah melalui Toko Tani Indonesia di 235 titik. 43 titik diantaranya berada di wilayah Jakarta dengan bekerjasama PD Pasar Jaya untuk menempatkannya di pasar tradisional sehingga masyarakat mudah menjangkaunya.

"Gapoktan langsung menyuplai pasokan ke TTI untuk beberala komoditas seperti bawang, cabai dan beras. Importir daging langsung menjual kepada TTI. Sehingga harga menjadi jauh lebih murah daripada harga pasar. Khawatir akan harga naik boleh tapi kenyataannya kan tidak," katanya.

Menurutnya dengan memotong rantai pasok dan mendekatkan gapoktan kepada konsumen. Selain itu, konsumen juga bisa memesan lewat jalur situs atau aplikasi TTI.

Sementara itu, TTI menjual harga lebih murah dibandingkan dengan harga pasaran. Misalnya, daging sapi beku Rp80.000 per kg sedangkan ritel biasa Rp116.000 per kg, cabai merah keriting Rp30.000 per kg, sedangkan ritel Rp37.000 per kg, dan beras medium Rp8.800 sedangkan ritel Rp9.500 per kg.

Tag : stok beras
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top