Sambut Ramadan, Pasar Jaya Galakkan Pasar Murah

PD Pasar Jaya menggelar pasar murah di beberapa titik yang bekerjasama dengan asosiasi pedagang dan kelompok tani guna memotong mata rantai pasokan untuk memberikan bahan pokok dengan harga yang terjangkau.
Pandu Gumilar | 16 Mei 2018 17:55 WIB
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – PD Pasar Jaya menggelar pasar murah di beberapa titik yang bekerjasama dengan asosiasi pedagang dan kelompok tani guna memotong mata rantai pasokan untuk memberikan bahan pokok dengan harga yang terjangkau.

Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengatakan pihaknya akan melakukan bazaar murah di beberapa titik seperti Pasar Baru Metro Atom, Pasar Cempaka Putih, Pasar Rawa Badak, Pasar Pluit, Pasar Rawamangun, Pasar Cibubur, Pasar Senen, dan UPB Pasar Glodok.

Menurutnya, PD. Pasar Jaya telah melakukan survei untuk memilih pasar tradisional yang menjadi target pasar murah berdasarkan jumlah pengunjung yang banyak. “kita ada neck up stok di pasar berarti ada jumlah pasar yang kami pastikan mereka menjadi sentral, karena memang menurut survey pasar tepat sasaran dan pengunjung juga banyak,”katanya pada Rabu (16/5).

Selain itu dia juga memastikan beberapa produk tidak akan melampau harga eceran tertinggi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Operasi pasar murah tersebut akan dilakukan mulai 16 Mei hingga 14 Juni 2018.

Sementara itu Direktur Pengadaan Bulog Andrianto Wahyu Adi mengatakan untuk mencegah kenaikan harga di tingkat pedagang melebihi harga eceran tertinggi yang ditentukan oleh pemerintah pihaknya akan memberikan harga yang lebih murah daripada biasanya.

“Biasanya di sisi distributor dan retailer memang ada margin. Jadi untuk itu biasanya, supaya harga tidak melebihi HET tentu dari kami ngasihnya enggak segitu,” katanya.

Bulog dalam hal ini akan mempertimbangkan untuk member harga yang lebih murah dan mempertimbangkan biaya distribusi ke konsumen supaya tidak ada kenaikan harga. Selain itu juga perusahaan plat merah tersebut akan memonitor supaya harga tidak naik.

Dia mengatakan untuk komoditas beras sejauh ini pasokan aman dan lancar dengan suplai 13.000 ton-15.000 ton per hari. Andrianto juga menambahkan Bulog ke depannya akan menjadikan operasi pasar sebagai kegiatan rutin dan bukan lagi insidentil seperti sebelumnya ketika harga meroket.

“Stok kita aman ketersediaan pangan kita aman, bawang dan daging ayam dan telur kita akan kembali ke acuan pemerintah Rp32.000,” pungkasnya.

Tag : pangan, bahan pokok
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top