Memasuki Ramadan, Perusahaan E-Commerce Bertanding Gaet Transaksi

Para pemain bisnis perdaganagan elektronik optimistis transaksi ketika Ramadan bakal meningkat dua sampai tiga kali lipat dibandingkan hari biasa menyusul kebutuhan masyarakat yang kian bertambah.
Agne Yasa | 17 Mei 2018 16:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Para pemain bisnis perdaganagan elektronik optimistis transaksi ketika Ramadan bakal meningkat dua sampai tiga kali lipat dibandingkan hari biasa menyusul kebutuhan masyarakat yang kian bertambah.

Associate Vice President Tokopedia Garri Juanda mengatakan transaksi penjualan selama Ramadan di marketplace tersebut rata-rata meningkat hingga tiga kali lipat, jika dibandingkan dengan transaksi penjualan pada hari-hari biasa.

“Pada 2018, kami optimistis terhadap peningkatan transaksi jual beli selama Ramadan, terutama melihat antusiasme masyarakat untuk berbelanja daring yang terus meningkat dari awal tahun,” ungkapnya kepada Bisnis.com.

Tokopedia mencatat produk-produk yang laku keras saat Ramadan a.l. barang fesyen serta makanan dan minuman. Namun sejauh ini, pertumbuhan permintaan di seluruh kategori produk terbilang merata karena memiliki segmentasi pasarnya masing-masing.

Sementara itu, Bukalapak memprediksi transaksi selama Ramadan akan meningkat dua kali lipat dari rerata transaksi harian. Associate Vice President of Brand Bukalapak Ari K. Wibowo mengatakan tren belanja Ramadan tahun ini tak akan berubah dari dua tahun lalu.

Namun, dia mencatat adanya pertumbuhan animo masyarakat. “Di momen-momen khusus seperti Ramadan dan Lebaran transaksi di Bukalapak mengalami peningkatan yang signifikan,” katanya.

Adapun produk yang menjadi sasaran belanja adalah gadget, produk kecantikan, serta fesyen. Sementara itu, lanjut Ari, waktu transaksi di sepanjang Ramadan terjadi terutama di jam-jam puncak.

Di lain pihak, Marketing-Brand Manager Shopee Indonesia Rezki Yanuar mengatakan pasar secara makro bagi  bisnis dagang-el ada di dua momentum yaitu Ramadan dan akhir tahun ketika Harbolnas.

"Ramadan spesial karena belanja konsumen lebih besar, [karena] ada tunjangan hari raya [THR]. Mendekati THR itu adalah waktu puncak orang belanja,” ujarnya.

Data Shopee Indonesia mencatat pada Ramadan 2017 rata-rata jumlah transaksi yaitu 300.000 pesanan per hari. Tahun ini, Shopee menargetkan transaksi bisa naik tiga kali lipat dibandingkan realisasi tahun lalu.

“[Kami] Optimistis lebih baik dari tahun lalu karena Shopee menggelar kampanye belanja lebih besar. Tahun lalu tidak sebesar ini sudah bagus, apalagi sekarang lebih besar,” katanya.

Dia mengungkapkan kategori produk yang masih menjadi favorit pada Ramadan fesyen muslim dan hijab. Di hari-hari biasa di luar Ramadan, produk yang banyak dibeli a.l. fesyen, produk kesehatan dan kecantikan, produk bayi, serta perlengkapan rumah tangga.

"Tahun ini, fesyen muslim akan naik dan potensi naik untuk produk elektronik atau gadget di pelanggan pria," katanya.

Tag : e-commerce
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top