Teror Bom Bisa Pengaruhi Kedatangan Kapal Cruise ke Bali

GM PT Pelindo III Pelabuhan Benoa I Wayan Eka Saputra mengatakan isu terror bom di sejumlah daerah bisa memengaruhi jumlah kedatangan kapal cruise ke Bali.
Ni Putu Eka Wiratmini | 17 Mei 2018 13:51 WIB
Wisatawan berada di atas kapal di perairan Pelabuhan Benoa, Bali. - Antara/Nyoman Budhiana

Bisnis.com, DENPASAR – General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Benoa I Wayan Eka Saputra mengatakan isu terror bom di sejumlah daerah bisa memengaruhi jumlah kedatangan kapal cruise ke Bali.

Kapal cruise yang bersandar di Pelabuhan Benoa di Bali sudah 31 call dengan total penumpang naik 32.400 orang dan penumpang turun 32.377 orang. Sebelumnya, pihaknya optimistis dengan capaian hingga April 2018, target kedatangan kapal cruise ke Pelabuhan Benoa bisa terealisasi.

Dia menargetkan hingga akhir tahun jumlah kedatangan kapal cruise ke Pelabuhan Benoa mencapai 85 call.

“Mudah-mudahan bisa, tetapi salah satu kejadian di Surabaya juga menjadi perhatian kita, nantinya kapal cruise bisa membatalkan kedatangan,” ujarnya kepada Bisnis pada Kamis (17/5/2018).

Dia melanjutkan dampak isu terror bom Surabaya bisa saja serupa dengan aktivitas Gunung Agung yang terjadi beberapa waktu lalu. Saat itu sedikitnya empat kapal cruise membatalkan kunjungannya ke Bali.

“Kemarin sudah ada yang membatalkan, tetapi alasannya cuaca, yang kita takutkan hal seperti itu terjadi lagi,” ungkap Wayan Eka.

Tag : pelabuhan benoa, kapal princess cruises
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top