Jelang Asian Games 2018, Kebijakan Urai Kemacetan Jabodetabek Disiapkan

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek akan memperluas sejumlah kebijakan untuk mengurai kemacetan menjelang Asian Games yang dihelat Agustus mendatang.
Dewi Aminatuz Zuhriyah | 17 Mei 2018 17:25 WIB
Ilustrasi

BIsnis.com, JAKARTA — Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek akan memperluas sejumlah kebijakan untuk mengurai kemacetan menjelang Asian Games yang dihelat Agustus mendatang.

Kepada BPTJ Bambang Prihartono menuturkan setidaknya ada sejumlah kebijakan yang tengah disiapkan di antaranya perluasan kebijakan ganjil genap di Jabodetabek dan pengaturan angkutan barang.

“Ini kan menjelang Asian Games kami sedang menyiapkan kebijakan seperti off/on ramp, kemudian perluasan ganjil genap dan pengaturan angkutan barang,” kata Bambang kepada Bisnis, Rabu (16/5/2018).

Untuk ganjil genap, berdasarkan paparan yang diterima, BPTJ akan menerapakan kebijakan itu di sejumlah titik antara lain:

  • simpang Tomang
  • simpang Slipi
  • Kupingan Ancol
  • simpang Benyamin Sueb
  • simpang Perintis
  • simpang Pemuda
  • simpang Kalimalang
  • simpang UKI
  • simpang Pancoran
  • simpang Kuningan
  • simpang Kebayoran Lama
  • Pondok Indah.

Sementara untuk pengaturan angkutan barang, Bambang mengatakan nantinya truk tidak boleh melintas di Jakarta Outer Ring Road atau JORR I dengan alternatif bahwa truk dibolehkan melintas di JORR II.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, saat ini BPTJ tengah menyiapkan sistem manajemen transportasi guna memperlancar arus transportasi.

Salah satunya yakni memberlakukan sistem ganjil genap di beberapa ruas jalan tertentu dan membatasi pergerakan kendaraan angkutan barang sumbu tiga ke atas.

“Ini sangat penting dan sedang kami siapkan aturan menterinya. Nantinya termasuk ganjil genap dan pembatasan kendaraan barang akan kami berlakukan,” tutur Budi.

Budi menuturkan uji coba terhadap sistem ganjil genap sebenarnya telah dilakukan di beberapa lokasi di Jakarta. Namun, penerapan sistem tersebut perlu didukung regulasi agar berjalan lancar.

Adapun Kemenhub juga tengah mengkaji penggunaan jalur transjakarta sebagai jalur khusus transportasi atlet.

 

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top