Pemerintah Perlu Hitung Cadangan Beras Tahun Depan

Situasi produksi beras dalam negeri masih mencukupi namun tetap harus melakukan kajian untuk bisa menjaga cadangan beras Pemerintah agar tidak kekurangan.
Pandu Gumilar | 17 Mei 2018 17:11 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Situasi produksi beras dalam negeri masih mencukupi namun tetap harus melakukan kajian untuk bisa menjaga cadangan beras Pemerintah agar tidak kekurangan.

Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) Sutarto mengatakan situasi produksi beras aman.

Dia meyakinkan sampai agustus situasi masih aman bahkan untuk beberapa daerah mau panen kedua.

Namun, pemerintah perlu melakukan perhitungan untuk menjaga pasokan pada awal tahun depan untuk menjaga situasi pangan dalam negeri tetap kondusif.

"kepentingan [stok] awal tahun depan kan itu yang selalu harus dihitung untuk bulan Januari dan Februari. Makanya setelah Agustus harus dihtung betul situasinya seperti apa," katanya pada Kamis (17/5).

Menurutnya, pengambilan keputusan impor beras mengacu pada stok pangan nasional. Stok pangan nasional tersebut diukur melalui stok yang dimiliki Bulog. "Nah sekarang stok bulog cukup atau tidak sampai nnanti awal tahun depan. Terus nanti harga bagaimana perkembangannya. Kan itu yang selalu dijadikan pertimbangan," katanya.

Sutarto mengatakan hal terpentinh yang perlu dilakukan oleh pemerintah adalah mengisi pasar supaya tidak ada kenaikan harga beras. Oleh sebab itu penting juga bagi Pemerintah untuk memenuhi stok di lain sisi. Supaya jika harga berubah menjadi liar, pemerintah dapat segera mengeluarkan stok yang dimiliki.

Sutarto dengan asumsi pengeluaran beras bulog per bulan adalah 300.000 ton, maka dengan cadangan yang dimiliki sekarang tidak cukup untuk 6 bulan ke depan. Oleh sebab itu, penting bagi Pemerintah untuk memastikan stok Bulog tersedia minimal 2 juta ton baik lewat serapan dalam negeri ataupun impor.

Perihal penyerapan Perpadi, katanya, tidak masalah dan mau bekerjasama dengan bulog untuk menyuplai Beras tersebut. Namun hal itu tergantung pada ketersediaan barang di tingkat petani.

"Ya kalau kita perpadi itu tidak masalah [untuk menyuplai]. Yang penting itu ada barangnya. Sekarang posisi cukup untuk barang. Sekarang tidak rebutan. Dan itu akan terjadi sampai Agustus. Saya kira tidak akan ada rebutan," katanya.

Sutarto mengatakan rebutan biasanya terjadi setalah Agustus karena memang panen sudah kurang. Menurutnya biasa terjadi persaingan pada momen tersebut antara penggiling.

Selain itu, Sutarto tidak bisa memastikan harga gabah yang akan dipatok pada tingkat petani sebab pada panen gadu biasanya harga relatif tinggi karena kualitas membaik namun produksi berkurang.

"Kalau barang ada kan harga bisa stabil. Pengalaman kita pada saat produksi dalam negeri bagus, stok cukup, itu harga tidak naik. Kalau naik, paling hanya sedikit saja tapi dapat dikatakan tidak. Namun, dari dulu panen gaduh itu pasti untuk beras berkualitas untuk disimpan untuk jualan beras premium sampai dengan tahun depan,"pungkasnya.

Tag : stok beras
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top