Tahu dan Tempe Harganya Tidak Akan Naik Selama Puasa

Kebutuhan tahu dan tempe selama bulan Ramadan dan Puasa dipastikan aman dan tidak akan mengalami lonjakan harga yang signifikan.
Pandu Gumilar | 17 Mei 2018 21:00 WIB
Perajin membuat tempe dari kedelai impor di sentra industri tempe Sanan, Malang, Jawa Timur, Senin (29/5). - Antara/Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, JAKARTA - Kebutuhan tahu dan tempe selama bulan Ramadan dan Puasa dipastikan aman dan tidak akan mengalami lonjakan harga yang signifikan.

Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), Aip Syarifuddin meyakinkan jika stok kedelai untuk memenuhi kebutuhan akan tahu dan tempe dipastikan aman sampai dengan tiga bulan ke depan.

Aip dapat juga merasa aman sebab kekurangan kedelai dalam negeri sudah tertutupi dengan kedelai impor.

"Kekurangan kedelai selama ini ditutup oleh kedelai Impor. Dan saat ini stock u mei, juni, juli mencukupi," katanya pada Bisnis Kamis (17/5).

Menurutnya selama bulan puasa, kebutuhan masyarakat akan tempe turun kurang lebih 10%, sedangkan untuk tahu produksinya masih akan tetap stabil.

"Selama puasa ini produksi Tempe biasanya turun 10 %. Sedangkan tahu biasanya tetap stabi produksi dan kebutuhan kedelainya," imbuhnya.

Selain itu, harga kedelai dari pihak importir juga stabil yaitu Rp7.150 per kg. Oleh sebab itu dia yakin, khusus untuk tahu dan tempe tidak akan ada kenaikan harga yang signifikan.

"Harga kedelai di importir stabil di kisaran 7.150 per kg. Sehingga tipis kemungkinan naik harga tempe tahu,"pungkasnya.

 

Tag : tempe, tahu
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top