Kesenjangan Upah Karyawan Pria dan Wanita di Indonesia Rendah

Kesenjangan upah antara karyawan pria dan wanita di negara-negara Asia Pasifik tercatat lebih tinggi dibandingkan angka kesenjangan upah secara global yang sebesar 16,1%.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 18 Mei 2018 08:44 WIB
Ilustrasi. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Kesenjangan upah antara karyawan pria dan wanita di negara-negara Asia Pasifik tercatat lebih tinggi dibandingkan angka kesenjangan upah secara global yang sebesar 16,1%.

Menurut Korn Ferry Gender Pay Index, kesenjangan upah di negara maju Asia Pasifik seperti Australia dan Selandia Baru bahkan mencapai 19,3%. Sementara itu, perbedaan upah di negara-negara berkembang seperti China dan India serta Indonesia dan Vietnam menunjukkan kesenjangan yang lebih rendah yakni 14,4% dan 11,5%.

Pada posisi pekerjaan yang sama, perbedaan ini turun menjadi 6% di negara-negara maju. Adapun di negara-negara berkembang menyusut menjadi 4,9% dan negara emerging market mengecil menjadi 2,2%.

Khusus untuk Indonesia, rata-rata perbedaan upah antara pria dan wanita adalah 5,3%. Namun, menariknya pada level yang sama, karyawan wanita justru diuntungkan dengan perbedaan negatif, yaitu -1,2%.

Pada level pekerjaan yang sama di perusahaan yang sama, karyawan wanita lagi-lagi diuntungkan dengan perbedaan -1,7%. Ketika karyawan pria dan wanita berada di posisi pekerjaan yang sama di perusahaan yang sama serta bekerja di fungsi yang sama, rata-rata perbedaannya tetap menguntungkan karyawan wanita, yakni -4,1%.

Hal ini menunjukkan bahwa akar permasalahan perbedaan gaji antara pria dan wanita bukanlah karena wanita dan pria tidak memperoleh upah yang semestinya pada posisi pekerjaan yang sama,
tapi lebih kepada adanya ketidakseimbangan tenaga kerja.

Salah satu faktor yang memengaruhi adalah lebih banyak pria berada pada posisi senior di manajemen perusahaan di sektor dan fungsi pekerjaan yang bergaji lebih tinggi, sedangkan wanita lebih banyak berada pada posisi pekerjaan yang lebih rendah di perusahaan.

“Kesetaraan gaji masih merupakan sebuah masalah nyata. Namun, hal ini dapat diatasi dengan upaya berkelanjutan untuk memberdayakan, mendukung, dan menyeleksi tenaga ahli wanita untuk meraih posisi yang lebih tinggi,” kata Dhritiman Chakrabarti, Senior Client Partner, Regional Rewards and Benefits Leader for Asia Pacific, Korn Ferry Hay Group dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Kamis (17/5/2018).

Dia melanjutkan pihaknya menemukan fakta bahwa wanita memiliki keahlian dan kompetensi yang dibutuhkan untuk meraih posisi yang lebih tinggi di perusahaan. Hal ini merupakan tanggung jawab perusahaan untuk mendukung mereka.

Tag : upah
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top