Smart Lighting ipreiksi Jadi Tren Kebutuhan

Kebutuhan lampu pencahayaan nirkabel yang dioperasikan menggunakan gawai atau smart lighting diperkirakan akan semakin meningkat seiring berkembangnya era digitalisasi.
Feri Kristianto | 18 Mei 2018 21:16 WIB
Suasana Stadion Utama Gelora Bung Karno yang dihiasi lampu warna warni di Jakarta, Selasa (13/2/2018) malam. - ANTARA/Widodo S Jusuf

Bisnis.com, DENPASAR—Kebutuhan lampu pencahayaan nirkabel yang dioperasikan menggunakan gawai atau smart lighting diperkirakan akan semakin meningkat seiring berkembangnya era digitalisasi.

Head of Integrated Communications dari bisnis Signify di Indonesia Lea Indra mengatakan peminat smart lighting adalah orang-orang yang ingin menikmati pencahayaan jutaan nuansa warna.

“Semua orang pasti punya gawai sehingga mereka memiliki pengalaman mengontrol pencahayaan lewat gawai. Era teknologi akan mendorong penggunaan ini karena mudah dioperasikan dari lokasi manapun,” jelasnya di Denpasar, Jumat (18/5/2018).

Philips mengembangkan teknologi Hue yakni aplikasi yang tersedia untuk diunduh di ponsel pintar, dapat mengubah suasana ruangan dan memungkinkan pengguna untuk menciptakan pengalaman pencahayaan baru yang menakjubkan.

Dengan kemampuan memproyeksikan enam belas juta warna berbeda, Philips Hue dapat diperintah melalui kontrol suara, sangat dapat disesuaikan untuk beradaptasi dengan setiap suasana hati yang dibutuhkan.

Mulai dari pesta dansa hingga makan malam romantis, atau suasana malam yang tenang. Lampu ini juga bisa dipasangkan dengan musik,atau game yang sedang dimainkan.

Dia menegaskan teknologi smart lighting akan dibutuhkan oleh masyarakat karena ketersediaan sambungan internet.

“Pencahayaan berbasis internet dimungkinkan digunakan dimana-mana di jalan umum bahkan untuk ware house, pantry maupun ritel yang memunhkinkan menjadi conecting lighting,” tuturnya.

Tag : lampu, philips lighting indonesia
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top