Kirim Buku ke Pelosok, Ongkos Distribusi Mahal

Pendiri Komunitas Pustaka Bergerak Indonesia Nirwan Ahmad Arsuka mengatakan banyak sekali anak yang belum beruntung dapat membaca banyak buku.
Jaffry Prabu Prakoso | 18 Mei 2018 04:59 WIB
perpustakaan. (Solopos/M. Ferri Setiawan)

Bisnis.com, JAKARTA -- Pendiri Komunitas Pustaka Bergerak Indonesia Nirwan Ahmad Arsuka mengatakan banyak sekali anak yang belum beruntung dapat membaca banyak buku.

Salah satu kesulitan yang dihadapi adalah biaya pengiriman yang terlampau tinggi sehingga butuh jumlah buku yang lebih banyak agar biaya lebih murah.

“Biaya pengiriman lebih mahal daripada harga buku itu sendiri. Ini karena semua buku dikirim menggunakan pesawat,” jelasnya.

Kini dengan program yang diberikan PT Pos Indonesia (Persero), masalah tersebut bisa ditangani dengan mendukung gerakan literasi nasional melalui bantuan distribusi buku secara gratis setiap tanggal 17. Program ini diluncurkan tahun lalu bertepatan dengan peringatan hari buku nasional.

Sampai pada April 2018 total buku yang sudah disebar sebanyak‎ 25.580 koli dengan total berat 160.463 kg atau dalam setahun mencapai 1 juta buah.

Berdasarkan catatan selama setahun, tujuan pengiriman paling banyak kata untuk ke Nusa Tenggara Timur. Sementara kota pengirim tertinggi dari Jakarta.

Tantangan selanjutnya adalah bagaimana buku yang dibaca anak dapat membuka cakrawala dan menghasilkan lanar kritis.

Menurut Nirwan sikap kritis ini penting agar generasi muda tidak mudah dimasuki paham radikalisme. “Gerakan membaca buku adalah cara mencegah terorisme,” tambahnya.

Berdasarkan data UNESCO pada 2017, persentase minat baca anak Indonesia hanya 0,01% per tahun. Artinya, dari 10.000 anak bangsa, hanya satu orang yang senang membaca.

Tag : buku
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top