Kaikokai Group Bidik Pasien Asal Indonesia

Kaikokai Group, penyedia layanan kesehatan asal Jepang, membidik pasien asal Indonesia untuk dapat menikmati pariwisata medis berteknologi mutakhir di negeri tersebut.
Deandra Syarizka | 22 Mei 2018 20:18 WIB
Ilustrasi obat - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA — Kaikokai Group, penyedia layanan kesehatan asal Jepang, membidik pasien asal Indonesia untuk dapat menikmati pariwisata medis berteknologi mutakhir di negeri tersebut.

Vice President Director PT Kaikokai Indonesia Setsuko Yamamoto menjabarkan, pihaknya mulai mengembangkan pariwisata medis pada lima tahun lalu. Setiap tahunnya, pihaknya rata-rata melayani sekitar 1.000 pasien asing, dengan jumlah terbanyak dari China, Vietnam, dan Filipina.

“Banyaknya dari China karena penerbangan langsung cuma dua-tiga jam dari China ke Nagoya, dari Vietnam, Filipina ada juga. Sekarang kita mau dari Indonesia,” ujarnya, Selasa (22/5/2018).

Adapun di Tanah Air, Kaikokai Group telah mendirikan satu klinik di kawasan Senayan, Jakarta, yang telah beroperasi selama empat tahun. Selain melayani pemeriksaan medis, klinik itu juga melayani pembuatan visa medis untuk pasien yang dirujuk untuk menjalani perawatan di Jepang.

Dia mengakui, destinasi lain seperti Singapura dan Malaysia lebih populer sebagai tujuan berobat bagi masyarakat Indonesia. Menghadapi persaingan tersebut, pihaknya mengaku memiliki teknologi pengobatan khusus yang tidak terdapat di regional Asia Tenggara.

“Kita fokusnya [pengobatan] yang belum ada di Asia Tenggara. Kalau yang dekat bisa dilakukan, lakukan saja. Kalau [pengobatan] di Singapura, Malaysia tidak ada [yang sesuai kebutuhan], bisa cari di Jepang,” ujarnya.

Sayangnya, pihaknya enggan membeberkan target yang dibidik dari Indonesia. Manajemen juga cenderung tertutup untuk menjelaskan mengenai harga paket pengobatan yang ditawarkan.

Yang jelas, metode pengobatan baru yang ditawarkan menggunakan teknologi canggih. Salah satunya adalah terapi ultrasound terfokus untuk pengobatan tremor esensial.

Umumnya, pengobatan penyakit tersebut membutuhkan operasi. Namun, dengan terapi ultrasound terfokus, pengobatan dapat dilakukan tanpa menggunakan pisau bedah. Terapi ini menggunakan gambar MRI untuk menentukan posisi pengobatan secara presisi dan memusatkan gelombang ultrasound pada satu bagian otak yang akan dilakukan ablasi termal.

Pengobatan lainnya yang ditawarkan adalah pemeriksaan kesehatan yang menggunakan PET-CT yang diklaim efektif untuk mendeteksi kanker. Sebagai gambaran, PET-CT merupakan pemeriksaan yang menggabungkan fitur Positron Emission Tomography (PCT) dan CT.

 Menurutnya, fasilitas diagnosis radiologi yang dimiliki oleh perseroan diklaim sebagai fasilitas pertama di Jepang yang menerapkan PET-CT secara klinis.

 

Tag : rumah sakit
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top