Gencar Roadshow, Global Bond PLN Diklaim Banyak Diminati

PT PLN (Persero) tengah gencar melakukan roadshow ke berbagai negara untuk menawarkan obligasi global atau global bond. Dari hasil roadshow, perseroan mengklaim surat utang yang rencananya akan diterbitkan dalam semester pertama tahun ini tersebut banyak diminati oleh investor luar negeri.
Denis Riantiza Meilanova | 23 Mei 2018 12:00 WIB
Pekerja melakukan perawatan dan pemasangan jaringan kabel listrik baru di Desa Lhok Nibong, Pante Bidari, Aceh Timur, Aceh, Minggu (25/2/2018). - ANTARA/Syifa Yulinnas

Bisnis.com, JAKARTA--PT PLN (Persero) tengah gencar melakukan roadshow ke berbagai negara untuk menawarkan obligasi global atau global bond. Dari hasil roadshow, perseroan mengklaim surat utang yang rencananya akan diterbitkan dalam semester pertama tahun ini tersebut banyak diminati oleh investor luar negeri.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprapteka mengatakan dari beberapa negara yang digelar roadshow, seperti Amerika Serikat, Inggris, Hongkong, dan Singapura, respon terbesar datang dari Amerika Serikat. Hal tersebut, menurutnya, disebabkan oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang tengah melemah.

“Banyak dong [peminat]. Kemarin New York [peminat terbesar] dengan kondisi sekarang nilai rupiah lagi down. Ini murah banget sebenarnya,” ujar Made, Selasa (22/5/2018) malam.

Kendati demikian, PLN belum menetapkan nilai emisi obligasi yang ditargetkan. Made hanya menyebutkan nilai emisinya kemungkinan akan kurang dari US$1 miliar.

Tujuan penerbitan obligasi global tersebut, salah satunya untuk memenuhi kebutuhan pendanaan proyek 35.000 megawatt (MW). Made menuturkan total kebutuhan investasi untuk megaproyek tersebut mencapai Rp585 triliun di mana sekitar 65% akan dipenuhi dari pinjaman.

“Kalau kami cari dana untuk 35.000 MW totalnya hanya Rp385 triliun. Untuk pembangkit, transmisi, dan gardu induk totalnya Rp585 triliun, nah kalau rasio perbankan biasanya 65%-nya. Jadi sekitar Rp385 triliun,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan hasil dari penerbitan obligasi tersebut rencananya akan digunakan untuk investasi dan menutup utang jangka panjang.

“Investasi sama modal kerja. Terbesar untuk investasi terus reprofilling untuk menutup obligasi-obligasi yang mahal,” kata Sofyan.

Menurut catatan Bisnis, PLN disebut akan menerbitkan obligasi global US$1 miliar pada Mei 2018. Kemungkinan obligasi yang dikeluarkan akan memiliki tenor 10 tahun. Hal ini mengingat proyek-proyek infrastruktur listrik merupakan proyek jangka panjang.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo mengungkapkan PLN akan menerbitkan obligasi global dalam waktu dekat. Bahkan, penghimpunan dana perseroan setrum negara itu akan melangkahi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. yang telah mengantongi izin pemegang saham.

“Tidak ada masalah karena PLN memerlukan ini sehingga mungkin lebih dahulu daripada Garuda Indonesia. Jadi, PLN duluan bulan depan,” ujarnya.

Gatot tidak membeberkan secara pasti berapa jumlah pokok obligasi global yang akan diemisi oleh PLN. Namun, diperkirakan penerbitan akan mencapai US$1 miliar.

Tag : global bond, PLN
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top