Apkasindo Didorong Terima Pembiayaan US$15 Miliar dari China

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menawarkan dana sebesar US$15 milliar dari Pemerintah China kepada Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo).
Pandu Gumilar | 25 Mei 2018 14:28 WIB
Petani memindahkan kelapa sawit hasil panen ke atas truk di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menawarkan dana sebesar US$15 milliar dari Pemerintah China kepada Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Panjaitan mengatakan sudah mendorong Apkasindo untuk mengambil tawaran tersebut karena menawarkan bunga yang lebih murah dibandingkan dengan KUR dalam negeri.

"Apkasindo kami dorong, supaya ini ada loan murah dari Tiongkok US$15 miliar untuk replanting itu. Biar nanti koperasi-koperasi [kasih] bunga, jadi kami harapkan lebih murah," paparnya, Jumat (25/5/2018).

Luhut menyebutkan rencana tahap awal replanting adalah 2,5 juta hektare (ha). Selain itu, dia juga sedang bernegosiasi dengan Pemerintah China supaya memberikan bunga yang lebih rendah dibandingkan KUR.

"Mereka [Apkasindo] bilang tadi sekitar 2,5 juta ha yang mau replanting. Kami juga lagi negosiasi supaya harga di bawah KUR kita," lanjutnya.

Dana tersebut diharapkan dapat disalurkan kepada petani swadaya yang tergabung dengan Apkasindo, yang memiliki anggota sebanyak 1,5 juta dengan total lahan 4,7 juta ha di 21 provinsi.

Ketua Apkasindo Riau Gulat Manurung menyebutkan bunga yang ditawarkan dalam kredit mikro tersebut lebih kecil dibandingkan dengan KUR petani yang dari perbankan dalam negeri. Bunga KUR petani sebesar 7% sedangkan kredit mikro dari China adalah 4%-5% dan grace periode selama 5 tahun khusus untuk replanting.

Tag : kelapa sawit
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top