Go-Jek Memperkenalkan Go-Viet dan GET

Go-Jek mulai merealisasikan rencana ekspansi ke Asia Tenggara melalui peluncuran dua anak usaha di Vietnam dan Thailand.
N. Nuriman Jayabuana | 25 Juni 2018 16:25 WIB
Mitra pengemudi Go-Jek menunggu acara konferensi pers program CariPahala di Jakarta, Senin (21/5/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Go-Jek mulai merealisasikan rencana ekspansi ke Asia Tenggara. Perusahaan teknologi tersebut memperkenalkan dua anak usaha yang diberi nama Go-Viet di Vietnam dan GET di pasar Thailand.

Kedua perusahaan tersebut dikelola oleh tim manajemen lokal dan dipimpin oleh co-founder lokal yaitu Pinya Nittayakasetwat sebagai CEO GET dan Nguyen Vu Duc sebagai CEO Go-Viet. Go-Jek berperan memberikan dukungan berupa pengetahuan, keahlian, teknologi, serta kucuran investasi.

Go-Viet akan terlebih dulu memasuki tahap uji coba versi beta pada Juli dengan melibatkan sejumlah pengemudi dan konsumen. Layanan perusahaan itu bakal tersedia secara penuh dalam beberapa bulan mendatang.

GET di Thailand akan diluncurkan segera setelahnya. Saat ini GET sedang berkonsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan setempat termasuk pemerintah, mitra pengemudi, dan konsumen.

Kedua perusahaan itu akan terlebih dulu menghadirkan layanan ride-hailing dan logistik. Layanan pesan antar makanan dan pembayaran elektronik akan tersedia kemudian.

Ekspansi internasional ini dilakukan dengan perencanaan berbulan-bulan setelah ronde penggalangan investasi Go-Jek terakhir yang membawa investasi dari beberapa investor termasuk PT Astra International Tbk., Warburg Pincus, KKR, Meituan, Tencent, Google, dan Temasek.

Dari investasi yang didapatkan, dana sebesar US$500 juta dialokasikan untuk ekspansi internasional sejalan dengan strategi perusahaan melebarkan sayapnya di Asia Tenggara. Selain di Thailand dan Vietnam, Go-Jek berencana beroperasi di Singapura dan Filipina.

Pendiri sekaligus CEO Go-Jek Nadiem Makarim menyatakan mengatakan strategi yang diambil perusahaan adalah berkolaborasi dengan mitra lokal untuk menciptakan layanan yang relevan sesuai kebutuhan konsumen.

"Kami percaya masing-masing tim lokal memiliki pengetahuan dan keahlian untuk memastikan kesuksesan bisnis di Vietnam dan Thailand. Mereka memang menggunakan merk yang berbeda, namun mereka tetap beroperasi sejalan dengan nilai-nilai yang telah berhasil menjadikan Go-Jek sebagai pemimpin pasar di Indonesia. Bagi kami ini bukan hanya tentang pertumbuhan bisnis, namun bagaimana kami dapat menghadirkan dampak positif kepada sebanyak-banyaknya orang,” ujarnya, Senin (25/6).

Co-Founder sekaligus CEO Go-Viet Nguyen Vu Duc menyatakan Go-Jek merupakan perusahaan teknologi pionir dengan 18 ragam layanan yang didukung investor strategis global.

"Dukungan Go-Jek sangat ideal bagi kami, tidak hanya karena teknologi dan kepiawannya di bisnis ini, tetapi juga karena kita memiliki prinsip yang sama, yaitu hasrat untuk membawa dampak positif bagi masyarakat melalui peningkatan taraf hidup dan penghasilan, serta menumbuhkembangkan bisnis skala mikro, kecil, dan menengah,” ujarnya

Co-Founder sekaligus CEO GET Pinya Nittayakasetwat menyatakan Go-Jek berhasil menjadi perusahaan berlabel unicorn pertama di Indonesia karena mampu menyediakan solusi di Indonesia.

"Tim GET terinspirasi oleh cara perusahaan memutarbalikkan masalah sehari-hari menjadi peluang bisnis yang sekaligus meningkatkan kualitas hidup jutaan orang. Kami bergerak dengan filosofi yang sama, dan kami bersemangat untuk menghadirkan dampak positif bagi masyarakat Thailand.”

Tag : StartUp
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top