Investigasi ke Facebook Kian Melebar

Perwakilan Facebook menyatakan pihaknya akan kooperatif dan bekerja sama dengan dengan para pejabat yang berwenang baik di AS, Inggris, maupun negara lainnya.
Dhiany Nadya Utami | 03 Juli 2018 20:01 WIB
Pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg berbicara di panggung saat konferensi tahunan Facebook F8 di San Jose, California, AS, 18 April 2017. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Badan pemerintah federal Amerika Serikat memperluas penyelidikan atas kasus penyalahgunaan data Facebook yang melibatkan konsultan politik Cambridge Analytica.

Berdasarkan laporan Washington Post yang dikutip Reuters, penyelidikan yang melibatkan 3 institusi di AS termasuk Komisi Sekuritas dan Bursa tersebut kini berfokus pada tindakan dan pernyataan dari raksasa internet tersebut.

Perwakilan Facebook menyatakan pihaknya akan kooperatif dan bekerja sama dengan dengan para pejabat yang berwenang baik di AS, Inggris, maupun negara lainnya.

“Kami telah memberikan kesaksian publik, menjawab pertanyaan, dan berjanji untuk terus membantu penyelidikan mereka yang terus berlangsung,” kata perwakilan Facebook kepada Reuters, Selasa (3/7/2018).

Penyidikan tengah ditekankan pada keterangan Facebook mengenai akses informasi yang mereka berikan pada Cambridge Analytica. Para penyidik berusaha membuktikan apakah fakta yang Facebook ungkapkan mengenai masalah tersebut telah utuh.

Selain AS dan Inggris, berbagai otoritas dari beberapa negara juga meningkatkan pengawasan mereka terhadap Facebook. Ini merupakan buntut dari terungkapnya skandal Facebook mengenai bocornya 87 juta data pengguna.

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak kasus ini. Berdasarkan data yang dirilis Chief Technology Officer Mike Schroepfer dari 87 juta data pengguna Facebook yang terkait dengan kasus Cambridge Analytica, sebanyak 1,3% atau sekitar 1,09 juta di antaranya merupakan data pengguna Facebook di Indonesia.

Adapun, beberapa waktu lalu Menteri Komunikasi dan Informatika telah memanggil perwakilan Facebook. Dia meminta Facebook untuk terus melaporkan perkembangan kasus CA serta memberikan hasil audit mengenai kasus tersebut. Hingga hasil audit diturunkan, pemerintah juga meminta agar seluruh aplikasi pihak ketiga, seperti aplikasi kuis-kuis yang ada di platform tersebut untuk dinonaktifkan.

Tag : facebook
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top