Bakti Bangun 855 BTS di Daerah Terpencil dan Terluar

Pendanaan penyediaan BTS itu berasal dari dana universal service obligation (USO).
Duwi Setiya Ariyanti | 09 Juli 2018 17:17 WIB
Karyawan melakukan pengecekan pada salah satu mobile BTS yang berada di jalan tol Merak dalam rangka kerja sama XL Axiata dan Kementerian Perhubungan untuk menyediakan informasi mudik dalam format digital di Banten, Rabu (6/6/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) telah membangun 855 base transceiver station (BTS) di daerah terpencil sejak 2015.

Direktur Penyediaan Infrastruktur BAKTI, Dhia Anugrah Febriansyah, mengatakan pihaknya telah menyelesaikan pembangunan BTS baru di daerah terluar, tertinggal dan terdepan (3T).

Menurutnya, pendanaan penyediaan BTS itu berasal dari dana universal service obligation (USO). Dana USO bersumber dari pungutan 1,25% dari perusahaan telekomunikasi yang dikelola BAKTI.

Di sisi lain, pemerintah daerah berperan untuk menyediakan kebutuhan lahan. Adapun, untuk pembangunan tiap BTS, dibutuhkan lahan seluas 20 x 20 meter persegi.

Lahan seluas itu diperlukan untuk pemasangan BTS, menara, transmisi dan catu daya yang dibangun bersama perusahaan-perusahaan telekomunikasi. 

"Dari tahun 2015 sampai dengan 2018, BAKTI telah membangun 855 BTS yang tersebar di wilayah 3T," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Senin (9/7/2018).

Untuk pemasangan BTS baru lainnya, dia menuturkan dilakukan rapat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memeroleh lahan di 4.005 desa. Desa ini, katanya, desa yang belum tersentuh jaringan internet. 

"Rapat koordinasi bertujuan untuk memperoleh konfirmasi dari Pemerintah Daerah atas penyediaan lahan untuk pembangunan base transceiver station di 4.005 desa," katanya. 

Direktur Utama BAKTI Anang Latif mengatakan mengacu pada Peraturan Presiden No.131/2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015 hingga 2019, terdapat 7.480 desa yang belum terjangkau sinyal.

Sejak 2015, terdapat 3.000 desa yang telah terhubung jaringan internet. Pihaknya menyambungkan jaringan internet di pelosok melalui proyek jaringan tulang punggung Palapa Ring, pembangunan BTS, penyediaan satelit multifungsi, dan penyediaan perangkat penyiaran. 

“Dalam waktu dua tahun sejak 2015, lebih dari 3.000 desa di Indonesia telah merasakan langsung kinerja BAKTI. Peningkatan kinerja terus kami lakukan untuk memastikan bahwa negara hadir dalam melayani kebutuhan akses telekomunikasi masyarakat atas hak informasi," katanya. 

Tag : bts
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top