Ini Wanita Pertama Peraih BJ Habibie Technology Award

Anugerah Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award (BJHTA) 2018 diberikan kepada Eniya Listiani Dewi yang telah berhasil mengembangkan teknologi Fuel Cell dengan metode electron transfer.
Dika Irawan | 10 Juli 2018 21:42 WIB
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir. - Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Anugerah Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award (BJHTA) 2018 diberikan kepada Eniya Listiani Dewi yang telah berhasil mengembangkan teknologi Fuel Cell dengan metode electron transfer.

Teknologi ini menggunakan bahan baku lokal dan dipasang pada motor juga back up power untuk berbagai peralatan. Proses produksi gas hidrogen telah dikembangkan dari limbah biomassa dengan bahan baku limbah dari industri kepala sawit.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan, iovasi berbasis riset harus dihilirisasi dan dikomersialisasikan agar memiliki nilai tambah. Lebih dari itu penelitian terapan berbasis output yang dapat memberikan solusi atas permasalahan saat ini secara praktis juga harus didorong.

Dia juga mengimbau para peneliti dan akademisi untuk mempublikasikan hasil penelitiannya dan menghasilkan inovasi sehingga bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Indonesia memiliki lebih dari 5.400 riset yang telah dipublikasikan, jumlah ini terus meningkat per Juli lalu. Saat ini kita telah mampu bersaing dengan negara tetangga seperti Thailand, Singapura dan Malaysia. Riset yang bermanfaat adalah riset yang dipublikasikan dan menghasilkan inovasi. Oleh karena itu riset harus kita dorong dan inovasi menjadi output, jangan sampai riset berhenti sampai publikasi saja,” ucapnya pada acara Penganugerahan Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award (BJHTA) 2018 di Auditorium Gedung BPPT II, Thamrin (10/7/2018).

Sementara itu Presiden Republik Indonesia ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie, selaku tokoh pendiri Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengatakan Indonesia harus fokus membangun sumber daya manusia untuk menciptakan ilmuan-ilmuan muda generasi penerus yang memiliki daya saing tinggi dan inovatif menuju kemandirian bangsa mengembangkan teknologi. “Apabila kita ingin maju seperti bangsa lain hanya mengandalkan sumber daya alam saja, forget it,” ujarnya.

Eniya Listiani Dewi merupakan wanita pertama yang berhasil menyabet BJHTA. Ia menerangkan kelangsungan hidup manusia dan keberlanjutan peradaban memerlukan energi, dan banyak negara yang sudah menghapuskan sumber energi konvensional dan beralih ke Energi Baru Terbarukan.

"Saya harap temuan Energi Baru Terbarukan (EBT) saya ini dapat lebih ekonomis. Seperti kita tahu kebijakan EBT 23% pada tahun 2025 dan saat ini baru 13%, dalam 7 tahun ini upaya apa yang bisa kita lakukan. Pemerintah perlu mendorong inovasi ini, dan dengan dibangunnya pembangkit listrik tenaga EBT merupakan bentuk concern pemerintah,” jelasnya.

Tag : habibie, habibie award
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top