Bandara Kertajati Jadi Embarkasi Haji Antara

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Agus Santoso mengatakan panjang landas pacu (runway) di BIJB hanya 2.500 meter. Adapun, kebutuhan panjang minimum runway untuk pesawat berlorong ganda (wide body) yang digunakan penerbangan haji harus 3.000 meter atau lebih.
Rio Sandy Pradana | 10 Juli 2018 16:22 WIB
Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia yang ditumpangi Presiden Joko Widodo melakukan pendaratan perdana di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Kamis (24/5/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan menilai Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati hanya akan menjadi embarkasi antara pada penyelenggaraan penerbangan haji tahun ini karena panjang landas pacu yang masih di bawah 3.000 meter.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Agus Santoso mengatakan panjang landas pacu (runway) di BIJB hanya 2.500 meter. Adapun, kebutuhan panjang minimum runway untuk pesawat berlorong ganda (wide body) yang digunakan penerbangan haji harus 3.000 meter atau lebih.

"Kalau untuk penyelenggaraan haji tahun ini hanya embarkasi antara. Embarkasi penuh kami siapkan untuk tahun depan," kata Agus, Selasa (10/7/2018).

Dia menambahkan pembangunan perpanjangan runway ditargetkan selesai pada Oktober 2018. Saat ini, calon jemaah haji yang diangkut dari BIJB akan singgah di Bandara Soekarno-Hatta terlebih dulu.

Pihaknya mengakui penerbangan haji menggunakan embarkasi akan menambah biaya bagi maskapai. Namun, kepentingan pelayanan kepada calon haji yang lebih diutamakan.

Pengoperasian BIJB sebagai embarkasi haji, imbuhnya, untuk melayani masyarakat di sekitar Jawa Barat agar tidak harus menempuh perjalanan darat jarak jauh menuju ke Cengkareng.

Dia menjelaskan dua maskapai yang memenangkan lelang penyelenggaraan haji tahun ini adalah Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Permasalahannya, Saudia hanya akan menggunakan pesawat jenis Boeing 777.

Padahal, lanjutnya, bandara di Indonesia yang bisa mengakomodasi penerbangan pesawat tersebut masih terbatas. Akan tetapi, pihaknya telah mempersiapkan turning area pada beberapa bandara embarkasi haji.

Turning area adalah bagian dari area di ujung landasan pacu yang dipergunakan oleh pesawat untuk berputar sebelum lepas landas (take off). Agus bercerita, tahun lalu pesawat pengangkut calon haji harus didorong mundur (push back) di Bandara Minangkabau Padang.

Saat itu, kata Agus, pesawat harus dilakukan push back karena turning area tidak menenuhi persyaratan minimum pesawat. Push back dilakukan dengan kecepatan tidak lebih dari 5 knot untuk menjaga stabilitas kemudi pada ruang kokpit.

Bandara Adi Soemarmo atau embarkasi Solo adalah bandara dengan penerbangan haji terbanyak setiap tahun, menggunakan Airbus 330. Hal ini dikarenakan embarkasi tersebut melayani calon haji dari Jawa Tengah, sebagian Jawa Barat dan Jawa Timur.

"Secara teknis penyelenggaraan haji tahun ini dari sisi penerbangan sudah siap," ujarnya.

Tag : Ibadah Haji, bandara kertajati
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top