LIFTING MAHAKAM TURUN, Kendala Pengeboran Jadi Penyebab

Kendala dalam proses pengeboran dinilai menjadi salah satu faktor yang menyebabkan capaian produksi siap jual atau lifting migas di Blok Mahakam pada semester I/2018 di bawah target.
Kurniawan A. Wicaksono | 12 Juli 2018 21:27 WIB
Blok Mahakam. - Nadya Kurnia/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Kendala dalam proses pengeboran dinilai menjadi salah satu faktor yang menyebabkan capaian produksi siap jual atau lifting migas di Blok Mahakam pada semester I/2018 di bawah target.

Hal ini diungkapkan Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Syamsu Alam. Kendala pada pengeboran yang diikuti dengan langkah mematikan sebagian sumur menjadi faktor yang mengganggu produksi. 

“Isunya kemarin pas kami melakukan pengeboran, beberapa sumur harus dimatikan. Ini karena sumurnyanyambung dan ada masalah safety. Ini juga yang sedang kami evaluasi,” katanya ketika ditemui di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), seperti dikutip pada Kamis (12/7/2018).

Selain itu, sumur yang ada di Blok Mahakam semakin tua dan berada dalam fase penurunan. Untuk mengurangi penurunan tersebut, Pertamina terus melakukan berbagai program. Tanpa menyebut secara detail, pihaknya optimistis ada perbaikan di sisa enam bulan. 

Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), realisasi lifting migas blok Mahakam – dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Pertamina Hulu Mahakam – pada semester I/2018 tidak mencapai 100%.

Lifting minyak bumi pada enam bulan pertama tahun ini tercatat hanya 46.376 barel per hari (bph), atau 96,1% dari target 48.271 bph. Realisasi lifting gas bumi pun hanya 916 juta kaki kubik per hari (MMscfd), atau 83,3% dari target 1.100 MMscfd.

Secara keseluruhan, dari 24 KKKS utama migas, sebanyak 4 empat KKKS minyak bumi dan 3 KKKS gas bumi milik anak PT Pertamina (Persero). Semuanyamenorehkan kinerja lifting di bawah target. Mayoritas juga berada di bawah rata-rata nasional. 

Syamsu mengatakan performa ini tidak ada kaitannya langsung dengan posisi Direktur Utama yang belum terisi secara definitif. Pasalnya, dalam beberapa kasus tidak semua keputusan harus diambil langsung oleh Direktur Utama.

Perusahaan pelat merah itu juga masih optimistis mengejar capaian lifting sesuai target. Selain meminimalisasi gangguan produksi – seperti mematikan sumur secara parsial –, BUMN ini juga akan meningkatkan kegiatan pengeboran.  

Dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) 2018, ada beberapa kegiatan, salah satunya pengeboran sumur pengembangan sebanyak 68 buah. Hingga awal Juni, ada 13 sumur pengembangan yang telah dibor.

Tag : blok mahakam
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top