PII Targetkan 2 SPAM Teken Guarantee Agreement

PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) menargetkan dapat menuntaskan proses penandatangan Guarentee Agrement (GA) atau tahapan sebelum financial close untuk penjaminan dua proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Lampung dan Semarang Barat pada semester II/2018.
Irene Agustine | 12 Juli 2018 08:21 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) didampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo (tengah) menyaksikan dimulainya pembangunan proyek Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Umbulan, di Desa Umbulan, Winongan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (20/7/2017). - ANTARA/Umarul Faruq

Bisnis.com, JAKARTA – PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) menargetkan dapat menuntaskan proses penandatangan Guarentee Agrement (GA) atau tahapan sebelum financial close untuk penjaminan dua proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Lampung dan Semarang Barat pada semester II/2018.

SVP Corporate Secretary & Communications Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) Indra Pradana Singawinata memperkirakan tahapan GA signing akan lebih dulu dilakukan untuk SPAM Lampung yang saat ini sudah relatif lengkap persyaratannya, sedangkan proyek SPAM Semarang Barat akan menyusul.

Dia mengatakan sebetulnya proses pemberian penjaminan untuk SPAM Semarang Barat sudah mulai dilakukan pada 2015. Namun, sempat berhenti karena proyek tersebut pernah diputuskan untuk tidak menggunakan Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) sehingga membutuhkan waktu untuk kembali memprosesnya.

“Untuk SPAM Semarang Barat, juga bisa cepat karena proses screening sudah dilakukan sejak dua tahun lalu. Mungkin tinggal menyesuaikan saja dengan harga-harga saat ini. Sehingga, dua proyek ini kami targetkan bisa GA signing pada semester kedua ini,” ujar Indra kepada Bisnis, Rabu (11/7/2018).

Dia belum bisa memastikan kepastian waktu financial close untuk tahapan pencairan dana, tapi diharapkan keduanya dapat dilakukan segera setelah GA dilaksanakan.

Selain itu, Indra mengungkapkan ada tiga proyek lainnya yang berpotensi untuk dilakukan GA signing sampai akhir tahun ini. Ketiga proyek tersebut yakni Jalan Lintas Timur Sumatera Riau dan Sumatra Selatan, Kereta Api Makassar--Pare-Pare, dan Rumah Sakit Dharmais.

Ketiganya termasuk program Project Development Fund (PDF) yang diamanatkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kepada PII untuk melakukan persiapan, penyusunan kajian prastudi kelayakan, dan pendampingan transaksi yang pendanaannya akan dibiayai oleh Kemenkeu. Saat ini, ketiganya masih dalam proses persiapan.

“Ini tergantung kecepatan proses. Misalnya, kalau Makassar—Pare-Pare sudah bisa dilakukan tender, lalu penunjukkan pemenang, ada potensi GA signing juga dapat dilakukan pada tahun ini,” terangnya.

Direktur Utama PII Armand Hermawan menuturkan pihaknya optimistis dapat merealisasikan target penjaminan sebesar Rp210 triliun sampai akhir 2018.

“Untuk dua proyek SPAM ini, nilainya sekitar Rp2 triliun,” sebutnya kepada Bisnis, Selasa (10/7).

Sejauh ini, PII telah memberikan penjaminan atas 16 proyek infrastruktur dengan skema KPBU, yaitu 1 proyek PLTU Batang, 10 proyek jalan tol (Batang-Semarang, Balikpapan-Samarinda, Pandaan-Malang dan Manado-Bitung, Jakarta-Cikampek II Elevated, Krian-Legundi-Bunder-Manyar, Cileunyi-Sumedang-Dawuan, Serang-Panimbang, Probolinggo-Banyuwangi dan Jakarta-Cikampek II Sisi Selatan).

Kemudian, 2 proyek air minum (SPAM Umbulan dan SPAM Bandar Lampung) dan 3 proyek telekomunikasi (seluruh paket Proyek Palapa Ring yaitu Barat, Tengah dan Timur) dengan total nilai Rp176 trilIun.

Tag : spam, pt penjaminan infrastruktur indonesia
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top