BRG Pantau Kelembaban Gambut

Badan Restorasi Gambut (BRG) menyatakan terus memantau tingkat kelembaban gambut.
David Eka Issetiabudi | 12 Juli 2018 20:25 WIB
Lahan gambut. - cwacwa

Bisnis.com, JAKARTA—Badan Restorasi Gambut (BRG) menyatakan terus memantau tingkat kelembaban gambut.

Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead mengatakan pihaknya telah memasang altas pemantauan level air, untuk mengetahui keadaan gambut.

Alat pemantauan kelembaban air tersebut, setidaknya terpasang di tiga titik, yakni Stasiun ASTR Riding, Stasiun Pagang Sugihan serta Stasiun Pedamaran Timur.

Saat ini, kondisi tiga stasiun pemantauan tersebut dalam kondisi aman.

"Kelembabannya [sekarang masih] 100%, batas amannya 65% ke atas. Itu susah terbakar. Untuk keberadaan air, paling rendah di posisi 40 cm dari permukaan tanah, sementara kondisi serang masih ada pada kisaran 14 cm," katanya seusai bertemu Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Untuk menjaga gambut, dilakukan bersama dengan Satgas Karhutla. Nazir mengatakan dari pemantauan terkini, kondisi gambut di Riau dalam posisi batas aman, atau tingkat kelembaban 60%. 

Untuk memastikan pemantaun dan koordinasi berlanjut, Nazir akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Satgas untuk mengantisipasi kemungkinan kebakaran lahan gambut.

"Saya mau ke Riau bulan depan, harus waspada nih. Karena sudah kering, kalau tidak ada hujan dan air, berarti [Satgas] harus banyak patrol," tambahnya.

Dalam keterangan pers, BGR melanjutkan restorasi gambut ke Desa Lukun, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kepulauan Meranti, Riau.

Provinsi ini merupakan salah satu dari tujuh provinsi yang menjadi sasaran restorasi gambut yang dikoordinasikan dan difasilitasi oleh BRG. Provinsi lainnya adalah Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Papua.

BRG dalam menjalankan tugas dan fungsinya menggunakan pendekatan 3R (rewetting, revegetasi, revitalisasi). Rewetting atau pembasahan kembali gambut yang mengering akibat turunnya muka air gambut dilakukan dengan pembuatan sekat kanal, penimbunan kanal yang terbuka, dan pembangunan sumur bor.  

Tag : gambut, Badan Restorasi Gambut
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top