Produk Hasil Hutan : Kesadaran Sertifikasi Masih Minim

Kesadaran akan pentingnya sertifikasi produk hasil kehutanan di Indonesia dinilai masih minim baik oleh produsen maupun konsumen hasil hutan.
Juli Etha Ramaida Manalu | 13 Juli 2018 00:48 WIB
Rotan dikumpulkan di lokasi penimbangan - Antara/Mohamad Hamzah

Bisnis.com, JAKARTA— Kesadaran akan pentingnya sertifikasi produk hasil kehutanan di Indonesia dinilai masih minim baik oleh produsen maupun konsumen hasil hutan.

Direktur Eksekutif Indonesian Forestry Certification Cooperation (IFCC) Zulfandi Lubis menyebutkan di tengah besarnya kecurigaan pasar asing atas produk hasil hutan asal Indonesia terkait pemenuhan standar pengolahan hasil hutan yang baik, sertifikasi menjadi sangat penting.

“Bagi kami sendiri di IFCC, sertifikasi ini tentunya sangat penting. Selain karena sifatnya voluntary, perusahaan yang mau mensertifikasi dirinya ini kan bisa kita asumsikan mereka ingin dan mau untk memperbaiki diri. Tentunya untuk memperbaiki diri dan menyesuaikan dengan benchmark sebuah perusahaan pengelolaan hutan yang baik,” katanya kepada Bisnis, Rabu (11/7/2018).

Sertifikasi ini menjadi salah satu alat pembukti yang bisa diterima oleh pasar luar negeri.

Kendati demikian, saat ini, kemauan perusahaan pengolahan hasil hutan untuk mengajukan sertifikasi dinilai masih minim. Kebanyakan perusahaan baru akan mengajukan sertifikasi untuk produknya jika diminta oleh pasar atau perusahan yang akan menjadi konsumen.

Biasanya, konsumen akan menunjuk badan mana yang akan melakukan sertifikasi untuk produk yang akan dibeli.
Menurut Zulfandi, hal ini bisa jadi salah satu alasan mengapa perusahaan engan melakukan sertifikasi sebelum diminta oleh calon konsumen.

Pasalnya, sertifikasi yang diajukan harus sesuai dengan petunjuk calon konsumen.

Tak hanya produsen hasil hutan, keacuhan konsumen dalam negeri terkait apa itu sertifikasi produk hasil hutan dan apa kegunaannya menjadi cerita lain. Hal ini menjadi salah satu alasan besarnya kecurigaan asing terhadap produk asal Indonesia.

Dengan acuhnya konsumen akan sertifikasi produknya membuat konsumen asing membuat pasar asing curiga bahwa produk yang dihasilkan perusahaan di Indonesia bisa jadi tidak berasal dari perusahaan yang melakukan pengelolaan hutan dengan baik.

Dengan peduli terhadap setifikasi produk atau memastikan bahwa produk yang digunakan berasal dari perusahaan yang menerapkan prinsip pengelolaan hutan yang baik, menurutnya, masyarakat bisa membantu menjaga kelestarian hutan sembari memastikan roda perekonomian di sektor ini bisa terus berjalan tanpa merusak hutan.

“Kalau dari kita semua nggak sadr sertifikasi hutan itu tujuannya apa dan kita mau menggunakan produk yang sudah berlogo sertifkasi hutan, menurut saya itu langkah minimum yang bisa kita lakukan,’ katanya.

Tag : industri kehutanan, sertifikasi kayu
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top