Kementerian PUPR Dapat Penghargaan dari Kemenkeu karena Hal Ini

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mendapat penghargaan dari Kementerian Keuangan sebagai kementerian terbaik dalam pengelolaan surat berharga syariah negara tahun anggaran 2017.
Rivki Maulana | 22 Juli 2018 19:09 WIB
Ilustrasi pembangunan jalan - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mendapat penghargaan dari Kementerian Keuangan sebagai kementerian terbaik dalam pengelolaan surat berharga syariah negara tahun anggaran 2017.

Realisasi penggunaan surat berharga syariah negara (SBSN) pada 2017 di Kementerian PUPR mencapai Rp4,80 triliun atau 83% dari pagu sebesar Rp5,80 triliun.

Penghargaan untuk Kementerian PUPR diserahkan oleh Direktur Pengelolaan Kas Negara Kemenkeu Rudy Widodo kepada Sekretaris Ditjen Bina Marga Soebagiono di Jakarta, pada Kamis (19/7/2018).

Penggunaan SBSN merupakan alternatif pembiayaan proyek-proyek infrastruktur yang tengah digalakkan untuk mengurangi kesenjangan antara kebutuhan dan kemampuan anggaran negara.

Melalui siaran persnya, Minggu (22/7/2018), Kementerian Keuangan menetapkan Ditjen Bina Marga sebagai unit kerja setingkat eselon I terbaik dari enam unit kerja setingkat eselon I lainnya yang menerima pembiayaan SBSN tahun 2017.

Pagu SBSN Ditjen Bina Marga tahun lalu mencapai Rp4,70 triliun, ditambah dengan dengan lanjutan tahun anggaran 2016 sebesar Rp1,10 triliun sehingga total pagu mencapai Rp5,80 triliun, sedangkan penggunaannya mencapai Rp4,80 triliun atau 83% dari pagu.

“Penghargaan SBSN ini akan memacu kami untuk mengelola SBSN ini lebih baik ke depan. Ini adalah berkat kerja keras kita semua, baik kepala satker [satuan kerja], para PPK [pejabat pembuat komitmen] dan lainnya yang berupaya mengelola SBSN ini bisa sesuai yang direncanakan,” ujar Soebagiono.

Menurutnya, SBSN menjadi instrumen baru dalam pembiayaan proyek-proyek strategis yang ditangani oleh Kementerian PUPUR.

Tahun ini, Ditjen Bina Marga akan fokus menggarap proyek jalan dan jembatan dengan pembiayaan dari SBSN sebesar Rp8,35 triliun.

Dana tersebut akan dipakai untuk meningkatkan kemantapan jalan di poros utama sehingga mendukung sistem logistik nasional yang efisien.

Tag : infrastruktur, sbsn
Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top