Kontingen Menggunakan Maskapai Sendiri, Dampak Asian Games tak Signifikan bagi Industri Penerbangan

Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA) menilai kegiatan Asian Games tidak berdampak signifikan terhadap industri penerbangan nasional.
Rio Sandy Pradana | 22 Juli 2018 15:42 WIB
Malaysia Airlines. - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA) menilai kegiatan Asian Games tidak berdampak signifikan terhadap industri penerbangan nasional.

Ketua Bidang Penerbangan Berjadwal INACA Bayu Sutanto mengatakan sebagian besar atlet maupun official pertandingan dari sejumlah negara di kawasan Asia pada umunnya menggunakan maskapai negara masing-masing atau negara terdekatnya. 

Selain itu, penerbangan para delegasi dari bandara awal (origin) biasanya melalui maskapai yang memiliki codeshare. Adapun, tujuan utama sebagian besar hanya ke Jakarta dan Palembang sebagai venue utama.

"Rute yang akan ramai hanya Jakarta--Palembang PP. Ada kenaikan traffic penumpang, tetapi menurut saya tidak signifikan," kata Bayu  Minggu (22/7/2018).

Menurutnya, peningkatan jumlah penumpang rute Jakarta--Palembang hanya akan didominasi oleh atlet dan official pertandingan. Kemungkinan besar mereka akan menggunakan maskapai nasional.

Penerbangan lanjutan menuju destinasi lain untuk kepentingan wisata dinilai akan sangat kecil dalam ajang Asian Games tersebut. "Akan berbeda jika venue yang digunakan tersebar di beberapa kota, seperti penyelenggaraan Piala Dunia di Rusia beberapa waktu lalu," ujarnya.

Sebelumnya, Garuda Indonesia mengaku tidak mengajukan slot penerbangan ekstra, hanya mengganti pesawat untuk rute Jakarta—Palembang dengan kapasitas penumpang yang lebih banyak.

Senior Manager Public Relation PT Garuda Indonesia Tbk. Ikhsan Rosan mengaku peningkatan kapasitas bukan ditempuh melalui penerbangan ekstra, melainkan mengganti jenis pesawat menjadi tipe yang lebih besar.

"Kami mengganti pesawat untuk satu flight GA 104 yang pagi. Dari pesawat CRJ-1000 berkapasitas 97 penumpang menjadi Boeing 737-800NG berkapasitas 160 penumpang," kata Ikhsan.

Dia menambahkan penggunaan pesawat yang lebih besar tersebut hanya dilakukan pada periode 6 Agustus hingga 4 September 2018. Adapun, Garuda rute Jakarta—Palembang memiliki penerbangan dengan intensitas hingga 10 kali per hari.

Tag : Asian Games 2018
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top