Menhub: Indonesia Kejar Ketertinggalan Infrastruktur Transportasi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan saat ini negara-negara di dunia sedang bersaing dan berkompetisi dalam pembangunan infrastruktur transportasi.
Ilham Budhiman | 23 Juli 2018 16:22 WIB
Sebanyak 8 set yang terdiri dari 16 kereta LRT DKI sudah tiba di ibu kota dan siap digunakan pada saat Asian Games 2018. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat menjajal LRT tersebut ketika meninjau progres proyek ini, Minggu (15/7). - Bisnis/Feni Freycinetia Fitriani

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan saat ini negara-negara di dunia sedang bersaing dan berkompetisi dalam pembangunan infrastruktur transportasi.

Menurutnya, hal tersebut juga terjadi di Indonesia yang diakuinya masih ada ketertinggalan dalam pembangunan, sehingga dirinya diminta untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

“Semua pembangunan infrastruktur yang ambisius ini, seperti bandara, pelabuhan, jalan tol adalah untuk mengejar ketertinggalan kita," kata Budi Karya dalam keterangan resminya, Senin (23/7/2018)

Dia mengatakan pembangunan infrastruktur memang tidak dirasakan instan. Tetapi di sisi lain insfrastruktur memberikan sarana untuk maju, berkompetisi secara internasional.

Dengan pembangunan infrastruktur yang begitu masif, masyarakat juga harus menjaga apa yang sudah dibangun pemerintah, serta tidak merusak atau melakukan aksi vandalisme.

“Masyarakat dan generasi muda harus aktif dalam menjaga infrastruktur yang telah dibangun dengan susah payah. Saya ambil contoh di bandara. Kita harus terus menjaga kebersihan bandara, jangan buang sampah sembarangan. Jika hal itu dilihat orang asing justru akan menurunkan nilai Indonesia di mata dunia. Maka peran masyarakat dan anak muda penting sekali,” ujarnya.

Di samping itu, dia juga berpesan kepada generasi muda di Indonesia agar membuat negara ini menjadi lebih hebat lagi di mata dunia.

Dia mengingatkan untuk mengurangi berita hoax dan menghasut dengan menyebarkan berita positif Indonesia kepada seluruh dunia. Sebagai generasi milenial, katanya, generasi muda Indonesia harus cermat dan kritis, terutama dalam bermedia sosial.

Menhub mencontohkan seperti yang baru-baru ini terjadi bahwa LRT Palembang diberitakan sebagai LRT yang mahal dan di mark-up. Namun kenyataan di lapangan malah sebaliknya, LRT Palembang menurutnya justru lebih murah dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia dan Filipina.

“Kita mesti cermat. Cermati hoax, cermati apa yang disampaikan. Cari data secara baik dan cobalah ingin tahu yang benar,” kata Menhub.

Tag : budi karya sumadi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top