PGN Perluas Saluran Gas Sektor Usaha

PT Perusahaan Gas Negara Tbk terus memperluas penyaluran gas bumi untuk sektor usaha di Jawa Timur. Salah satu wilayah yang dibidik yakni Pasuruan.
Kurniawan A. Wicaksono | 24 Juli 2018 20:45 WIB
Petugas mengisi bahan bakar gas pada angkutan kota di Stasiun Pengisian Bahan bakar Gas (SPBG) milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), di Bogor, Jawa Barat, Kamis (15/3/2018). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk terus memperluas penyaluran gas bumi untuk sektor usaha di Jawa Timur. Salah satu wilayah yang dibidik yakni Pasuruan.

Agus Mustofa Hadi, Sales Area Head PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Pasuruan mengatakan perusahaannya telah menjalankan survei pemetaan potensi calon pelanggan di sekitar jaringan pipa gas eksisting.

“Kami juga aktif berkomunikasi dengan pengelola kawasan industri dan instansi pemerintah. Ini merupakan komitmen PGN untuk terus memperluas penyaluran kepada masyarakat dan industri di seluruh Jawa Timur,” ujarnya melalui keterangan resmi, Selasa (24/7/2018).

PGN, lanjutnya, juga melakukan pembiayaan investasi dengan skema swadaya (sharing investasi). Skema ini ditujukan untuk calon pelanggan yang tidak layak secara perhitungan investasi oleh PGN.

Total pelanggan PGN di seluruh wilayah Jawa Timur mencapai 53.956 pelanggan. Mayoritas pelanggan ada di area Surabaya dengan total 42.699 pelanggan, yang terdiri dari 42.351 pelanggan rumah tangga (RT), 132 pelanggan kecil (PK), dan 216 pelanggan komersial.

Untuk area Sidoarjo, ada total 10.784 pelanggan yang terbagi atas 10.570 RT, 15 PK, dan 199 KI. Sementara, untuk area Pasuruan, ada 473 pelanggan dengan perincian 364 RT, 2 PK, dan 107 KI.

Salah satu contoh perluasan yang dilakukan yakni aliran gas bumi PGN ke PT Rajawali Cakra Sakti, pabrik produksi tali sepatu di Pasuruan. Perusahaan ini beralih menggunakan bahan bakar gas bumi dari PGN dengan kontrak volume awal gas sebesar 10.000-15.000 m3.

Tahun depan, lanjutnya, volume pemakaian tersebut dapat naik dua kali lipat dengan rencana pengembangan usaha yaitu pencucian kain bahan baku pembuatan sepatu dan sandal.

Direktur Utama PT Rajawali Cakra Sakti, Randy Firmansyah mengatakan beralihnya penggunaan batu bara ke gas bumi akan memberi nilai tambah bagi perusahaan. Selain ramah lingkungan, perusahaannya juga tidak butuh lagi tempat penyimpanan batu bara.

“Walaupun harga sama, tetapi secara value memberikan dampak kenaikan sebesar 15%,” katanya.

Dia menuturkan penggunaan gas untuk pewarnaan benang. Saat ini, perusahaannya telah kontinyu memproduksi tali sepatu sebesar 50 ton per bulan. Hasil produksi itu sebagian besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan pabrik alas kaki merk Ando.

Berdasarkan data PGN, total penyaluran gas bumi PGN pada Maret 2018 di seluruh wilayah Jawa Timur telah tercatat mencapai 118,59 juta m3 atau sekitar 4,29 juta million metric british thermal unit (MMBTU).

Perinciannya yakni untuk area Surabaya mencapai 48,57 juta m3 atau sekitar 1,78 juta MMBTU, area Sidoarjo mencapai 44,64 juta m3 atau sekitar 1,58 juta MMBTU, dan area Pasuruan sebesar 25,38 juta m3 atau sekitar 939.745 MMBTU.

Pipa

Adapun, terkait infrastruktur pipa gas bumi PGN di Jawa Timur, saat ini lebih banyak pembangunan pipa untuk customer attachment. Dengan demikian, pembangunan pipa terkait erat dengan penambahan pelanggan.

Di area Surabaya, pekerjaan pembangunan pipa customer attachment dilakukan di daerah Karang Pilang. Pembangunan di Gresik ada di Manyar. Sementara pembangunan di Sidoarjo ada di area Taman Pinang.

“Khusus di Sidoarjo, selain itu juga ada sedikit pengembangan pipa induk tekanan menengah berdiameter 180 mm untuk pelanggan komersial, yaitu sepanjang 1,7 km,” imbuh Agus.

Adapun, ada pembangunan jaringan di sepanjang jalur Daendels Pantura di Gresik sepanjang 9,2 km yang belum lama ini selesai. Selanjutnya, ada jalur Purwosari dari pertigaan Purwosari ke arah Lawang sepanjang 2,8 km.

 

Tag : energi
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top