Jangan Lewatkan Gerhana Bulan Total 28 Juli, Terlama Dalam 100 Tahun

Masyarakat Indonesia akan menjadi saksi mata dari peristiwa alam yang langka terjadi, gerhana bulan total (GBT) pada Sabtu (28/7/2018).
Yusran Yunus | 24 Juli 2018 12:52 WIB
Pesawat British Airways terbang di depan gerhana bulan total di atas langit London, Inggris, pada 30 Januari 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Masyarakat Indonesia akan menjadi saksi mata dari peristiwa alam yang langka terjadi, gerhana bulan total (GBT) pada Sabtu (28/7/2018).

GBT kali ini merupakan peristiwa gerhana kelima sepanjang 2018. Sebelumnya terjadi GBT pada 31 Januari, gerhana matahari sebagian (GMS) 15 Februari, GMS 13 Juli, GBT 28 Juli, dan GMS 11 Agustus.

Berdasarkan analisis yang diunggah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di lamannya, gerhana bulan didefinisikan sebagai peristiwa terhalanginya cahaya matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan.

Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, Bumi, dan bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.

                       Gerhana bulan total di Pieta, Malta, 1 Januari 2018./Reuters

Adapun gerhana matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bulan sehingga tidak semuanya sampai ke Bumi dan selalu terjadi pada saat fase bulan baru.

Masyarakat Indonesia yang berdomisili di arah Barat, diperkirakan memiliki kesempatan mengamati keseluruhan fase GBT 28 Juli 2018 lantaran gerhana masih berlangsung sebelum bulan terbenam.

GBT 28 Juli 2018 merupakan anggota ke-38 dari 71 anggota pada seri Saros 129. Gerhana bulan sebelumnya yang berasosiasi dengan gerhana ini adalah GBT 16 Juli 2000. Adapun gerhana bulan yang akan datang, yang berasosiasi dengan gerhana bulan ini, adalah GBT 7 Agustus 2036.

Semua gerhana bulan dalam seri Saros 129 terjadi saat bulan bergerak ke arah selatan ekliptika Bumi.

BMKG menyebutkan fase totalitas GBT 28 Juli 2018, yang mencapai 103 menit adalah yang terlama hingga lebih dari 100 tahun ke depan.

Secara keseluruhan, termasuk yang tidak total atau sebagian, gerhana 28 Juli itu berlangsung selama 5 jam 14 menit mulai pk. 01.15 WIB hingga 06.00 WIB.

Fase totalitas gerhana bulan yang lebih lama dari GBT 28 Juli 2018 adalah GBT 9 Juni 2123, yaitu mencapai 106 menit. "Sayangnya gerhana ini tidak akan teramati dari Indonesia," tulis BMKG.

Adapun gerhana bulan dengan fase totalitas yang lebih lama dari GBT 28 Juli 2018 dan dapat diamati dari Indonesia adalah GBT 19 Juni 2141 yaitu mencapai 106 menit.

Sumber : bmkg.go.id

Tag : Gerhana Bulan Total
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top