Asean SAM: AirNav Indonesia Siap Hadapi Pasar Tunggal Penerbangan Asean

AirNav Indonesia mengaku sudah siap dari sisi infrastruktur dan sistem untuk menghadapi Pasar Tunggal Penerbangan Asean (Single Aviation Market).
Rio Sandy Pradana | 25 Juli 2018 11:37 WIB
Pegawai AirNav sedang mengamati pergerakan pesawat di Air Traffic Controller Working Positions Bandara Supandio Pontianak - Bisnis.com/Rio Sandy Pradana

Bisnis.com, JAKARTA -- AirNav Indonesia mengaku sudah siap dari sisi infrastruktur dan sistem untuk menghadapi Pasar Tunggal Penerbangan Asean (Single Aviation Market).

Direktur Keuangan Airnav Indonesia Hendroyono mengatakan wilayah udara Indonesia memiliki porsi hingga 48% di seluruh Asia Tenggara. Artinya, industri penerbangan dalam negeri memiliki peluang yang besar untuk memanfaatkan.

"Kalau dari sisi infrastruktur kami sudah maksimal. Pergerakan pesawat akan terus meningkat, kami selalu persiapkan untuk itu," kata Hendroyono dalam FGD yang diadakan Bisnis, Rabu (25/7/2018).

Modernisasi alat dan sistem, lanjutnya, telah dilakukan perusahaan. Salah satu sistem adalah Chronos yang merupakan sistem manajemen slot.

Dia menyatakan maskapai sudah puas dengan kinerja Chronos yang bisa membantu mencapai ketepatan waktu terbang (on time performance/OTP) secara maksimal. "Saat ini kami juga sudah seamless dengan negara lain seperti Singapura, Malaysia, hingga Australia," ujarnya.

Asean SAM atau Pasar Tunggal Penerbangan Asean adalah kebijakan penerbangan regional yang ditunjukkan pada pembentukan pasar penerbangan terpadu di kawasan Asia Tenggara sejak 2015. Kebijakan tersebut dirancang untuk mewujudkan liberalisasi penuh terhadap perjalanan udara antarnegara Asean.

Bisnis mengadakan FGD dengan tema Mencari Solusi atas Hambatan Teknis dan Internal dalam Implementasi Asean SAM dengan mengundang sejumlah narasumber pemangku kepentingan penerbangan dari regulator, operator, hingga akademisi.

Tag : penerbangan, AirNav
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top