Cegah Penyakit Ternak Baru, Kementan Gandeng FAO

Pemerintah menggandeng lembaga pangan dunia FAO untuk mengimplementasikan program pencegahan munculnya penyakit infeksi baru pada ternak.
Juli Etha Ramaida Manalu | 30 Juli 2018 20:25 WIB
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA— Pemerintah menggandeng lembaga pangan dunia FAO untuk mengimplementasikan program pencegahan munculnya penyakit infeksi baru pada ternak.

Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Fadjar Sumping mengatakan dengan pertumbuhan populasi, globalisasi, dan degradasi lingkungan yang terjadi sangat cepat, Indonesia merupakan salah satu negara yang dikenal sebagai ‘hotspot’ di Asia Tenggara atau negara yang berisiko terkena pandemik penyakit infeksi baru seperti flu burung dan Mers-COV.

“Para ahli memperkirakan lima penyakit baru pada manusia muncul tiap tahun, tiga diantaranya bersumber dari binatang atau bersifat zoonosis. Apabila pengendalian penyakit zoonosis yang bersumber dari hewan tidak dilakukan dengan baik, risiko yang timbul lebih besar dari nilai ekonomi karena menyangkut nyawa manusia,” katanya dalam keterangan yang diterima Bisnis, Senin (30/7/2018).

Fadjar menjelaskan, selama hampir tiga tahun terakhir pihaknya aktif meningkatkan kemampuan para petugas kesehatan di lapangan untuk bisa mendeteksi secara dini, mencegah, dan mengendalikan ancaman pandemik tersebut.

Dia menambahkan, pihaknya juga menggandeng semua pihak terkait melalui pendekatan yang disebut “one health”.

Pendekatan ini melibatkan berbagai sektor pemerintahan, termasuk Kementerian Kesehatan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kemenko PMK, Kementerian Perdagangan, asosiasi peternak hingga lembaga internasional.

Sementara itu, Team Leader FAO Emergency Centre for Transboundary Animal Diseases (ECTAD) Indonesia James Mc Grane menyebutkan program EPT2 memang difokuskan untuk membantu pemerintah Indonesia dalam mendeteksi virus yang berpotensi menjadi pandemik, meningkatkan kapasitas laboratorium dalam mendukung pengawasan, dan meningkatkan kemampuan respon petugas di pusat maupun di daerah.

“Program ini juga difokuskan untuk mencegah ancaman resistensi antimikroba yang sudah menjadi isu global,” jelasnya.

Tag : kesehatan, peternakan
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top