PUPR Bangun Rumah Khusus bagi Nelayan di NTB

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan pembangunan rumah khusus untuk nelayan bertujuan agar nelayan memiliki rumah layak huni dan mengatasi kawasan kumuh di pesisir laut.
Irene Agustine | 31 Juli 2018 20:40 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan pembangunan rumah khusus untuk nelayan bertujuan agar nelayan memiliki rumah layak huni dan mengatasi kawasan kumuh di pesisir laut.

“Rumah khusus adalah program Kementerian PUPR yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan khusus, seperti nelayan, pemukiman kembali korban bencana/pengungsi, guru, tenaga medis, TNI/Polri dan petugas di daerah perbatasan dan pulau terpencil,” kata Basuki, dikutip dari keterangan resmi, Selasa (31/7/2018).

Di Pulau Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kementerian PUPR pada tahun 2017 telah selesai membangun 204 unit rumah khusus (rusus) nelayan yang tersebar di 3(tiga) lokasi yang seluruhnya sudah dihuni.

Lokasi pertama adalah rusus nelayan di Desa Tanjung luar, Kabupaten Lombok Timur sebanyak 52 unit. Selain itu, 100 unit untuk nelayan di Desa Labuhan Jambu, Kabupaten Sumbawa dan 52 unit di Desa Hu’u, Kabupaten Dompu. Total biaya pembangunan 204 rusus tersebut sebesar Rp33,6 miliar.

Rusus di Desa Hu’u dibangun sebanyak 52 unit melalui anggaran Ditjen Penyediaan Perumahan dengan anggaran total Rp7,45 miliar.

Rumah yang dibangun adalah tipe 36 dengan luas tanah 120 m2 dengan pondasi batu kali, dinding bata merah diplester dan cat, atap menggunakan rangka baja ringan dan genteng metal serta lantai keramik.

Direktur Rumah Khusus Ditjen Penyediaan Perumahan Christ Robert Marbun mengatakan bahwa pada tahun 2018, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan rusus di NTB adalah sebesar Rp17,5 miliar pada tiga lokasi yakni di Kota Bima sebanyak 90 unit yang diperuntukan bagi korban banjir tahun 2016, rusus nelayan di Poto Tano sebanyak 40 unit dan Pulau Kaung sebanyak 50 unit.

Jumlah rusus yang dibangun di NTB oleh Kementerian PUPR tahun 2016-2018 sebanyak 578 unit dengan total anggaran sebesar Rp74,4 miliar.

Tag : nelayan, Kementerian PUPR
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top