Berbisnis Pariwisata Makin Mudah Berkat KUR

Pemerintah membuka keran bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah di sektor pariwisata untuk memperoleh fasilitas kredit usaha rakyat, yang dimulai pada bulan ini sebagai upaya menggenjot perolehan devisa. 
Yanita Petriella | 08 Agustus 2018 20:37 WIB
Wisatawan mengunjungi Candi Borobudur, di Magelang, Jawa Tengah, Rabu (20/6/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah membuka keran bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah di sektor pariwisata untuk memperoleh fasilitas kredit usaha rakyat, yang dimulai pada bulan ini sebagai upaya menggenjot perolehan devisa. 

Untuk diketahui, pemerintah menargetkan perolehan devisa sektor pariwisata pada 2019 senilai US$20 miliar. 

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan adanya ketentuan skema baru penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di sektor pariwisata diharapkan dapat menggairahkan sektor ini. 

Pasalnya, masuknya sektor pariwisata sebagai penerima KUR berdasarkan pada kondisi neraca perdagangan semester I/2018 yang mengalami defisit hingga US$1,02 miliar.

"Kami mengupayakan supaya penerimaan devisa meningkat, salah satunya dengan pengembangan sektor pariwisata dibiayai KUR sehingga ada skema baru di sektor ini," ujarnya, Rabu (8/8). 

Penyaluran KUR pariwisata akan ditujukan pada pengembangan di 10 destinasi prioritas Bali Baru dan 88 kawasan strategis pariwisata nasional. 

Lebih lanjut lagi, terdapat 13 bidang yang dibiayai pada sektor ini yakni agen perjalanan, sanggar seni dan budaya, penyelenggaraan Meeting, Incentive, Convention Exhibiton (MICE) khusus UMKM, penyediaan akomodasi wisata, penyediaan makanan minuman di lokasi wisata, jasa informasi, pengelolaan tempat wisata, jasa konsultan wisata, usaha jasa pramuwisata, wisata tirta (snorkeling, arung jeram, dan diving), jasa transportasi wisata, industri kerajinan dan pusat oleh-oleh. 

"KUR yang diberikan untuk kegiatan produktif di sektor ini yang tujuannya peningkatan sektor pariwisata," katanya. 

Besar bunga yang diberikan KUR di sektor ini sama seperti sektor lainnya yang sebesar 7%. Sementara besaran KUR yang diberikan untuk mikro sebesar Rp25 juta dan yang kecil di atas Rp25 juta hingga Rp500 juta. 

"Untuk subsidi bunga yang dibayarkan ke bank untuk KUR mikro sebesar 10,5% tanpa agunan dan KUR kecil sebesar 5,5% dengan agunan," ucapnya. 

Iskandar menambahkan pihaknya tidak menargetkan besaran penyaluran KUR di sektor pariwisata. Pasalnya, terdapat kenaikan platfon KUR tahun ini menjadi Rp123,53 triliun dari plafon yang senilai Rp120 triliun. KUR tahun ini telah dialokasikan senilai  Rp117,76 triliun. 

Nilai penyaluran KUR sejak Agustus 2015 hingga sekarang telah mencapai Rp277,4 triliun dengan outstanding senilai Rp130,8 triliun untuk 11,89 juta UMKM. Untuk penyaluran KUR sepanjang tahun ini sampai dengan Juli telah mencapai Rp79,2 triliun untuk 3,2 juta debitur  

"Capaian itu juga turut terjaganya NPL (non performing loan) sebesar 1,06% sejak 2015. Sementara untuk NPL tahun ini sebesar 0,01%," papar Iskandar.

Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UMKM Yuana Sutyowati menuturkan pemerintah juga melakukan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas pebisnis di sektor pariwisata. 

"Di Mandalika dan Danau Toba ada pusat layanan terpadu dari pemerintah. Kami sediakan 330 pendamping, di sektor pariwisata terdapat 20 hingga 35 orang sebagai pendamping penyaluran kredit," tuturnya.

Sementara itu, I Gusti Ngurah Adi Putra, pemilik Yuliati House Ubud di Bali menyambut baik langkah pemerintah dalam memberikan KUR khusus pariwisata.  Selama ini, pihaknya memang memanfaatkan KUR untuk pengembangan bisnis penginapannya dan telah melakukan pinjaman sebesar Rp25 juta. 

Tag : pariwisata
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top