Siapapun Presidennya, Proyek Infrastruktur Diharapkan Terus Jalan

Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) berharap kedua kandidat calon presiden-wakil presiden 2019-2024 tetap memprioritaskan pembangunan proyek infrastruktur dan penguatan industri konstruksi dalam lima tahun mendatang.
Irene Agustine | 10 Agustus 2018 17:21 WIB
Antrean panjang kendaraan mobil arus balik melintasi jalur tol fungsional Solo-Salatiga di Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/6/2018). - ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA – Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) berharap kedua kandidat calon presiden-wakil presiden 2019-2024 tetap memprioritaskan pembangunan proyek infrastruktur dan penguatan industri konstruksi dalam lima tahun mendatang.

Wakil Sekretaris Jenderal Gapensi Errika Ferdinata mengatakan dalam empat tahun terakhir, pemerintah telah fokus membangun infrastruktur dasar untuk konektivitas daerah, seperti jalan, jalan tol, pelabuhan serta bandara.

“Siapapun nanti yang terpilih, harapannya tetap memprioritaskan proyek infrastruktur dan menaikkan level industri konstruksi. Kalau saat ini fokus menggenjot infrastruktur dasar, setelah itu diharapkan untuk infrastruktur pada tahapan selanjutnya. Misalnya, mendorong pembangunan kawasan properti dan komersial di daerah yang sudah dibangun konektivitas,” paparnya saat dihubungi Bisnis, Jumat (10/8/2018).

Dengan begitu, lanjut Errika, roda perekonomian akan terus berjalan, memberikan multiplier effect, dan semakin menarik investor untuk menanamkan modalnya ke dalam negeri.

Dari sisi pelaku industri, pemerintahan baru diharapkan tetap mendukung penguatan sektor jasa konstruksi. Misalnya, dengan mendorong kontraktor besar saat ini agar mampu go international serta kontraktor menengah dan kecil bisa naik tingkat.

Sebagai informasi, saat ini terdapat 126.000 badan usaha jasa konstruksi umum, yang terdiri dari BUMN dan swasta. Dari jumlah itu, hanya 1,3% yang tergolong kontraktor besar, 14% merupakan kontraktor menengah, dan 84,7% sisanya merupakan kontraktor kecil.

“Dari sisi kontraktor, kami concern untuk pemerataan karena sekarang terlalu timpang, mungkin karena sekarang masih fokus infrastruktur dasar. Nah, mudah-mudahan ini bisa ditingkatkan lagi dalam lima tahun mendatang bagi siapapun yang terpilih,” tambahnya.

Hari ini, dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden periode 2019-2024 yakni petahana Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengikuti kontestasi pemilihan presiden (Pilpres).

Tag : infrastruktur, Pilpres 2019
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top