Hakteknas Ke-23 Dipusatkan di Pekanbaru, Riau. Ini Alasan Menristekdikti

Hari Puncak Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-23 yang dipusatkan di Kota Pekanbaru dengan tema Inovasi untuk Kemandirian Pangan dan Energi dan sub tema : Sektor Pangan dan Energi di Era Revolusi Industri 4.0.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 10 Agustus 2018 13:59 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir (kiri), Presiden ke-3 RI B.J. Habibie (tengah), Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman (kanan) saat akan memotong pita pada pembukaan Ritech Expo di Kompleks Gubernuran Provinsi Riau, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (10/8). - Bisnis/Nur Faizah

Bisnis.com, JAKARTA -- Puncak Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-23 dipusatkan di Kota Pekanbaru. Harteknas mengusung tema Inovasi untuk Kemandirian Pangan dan Energi dan sub tema Sektor Pangan dan Energi di Era Revolusi Industri 4.0.

Hakteknas untuk pertama kalinya diselenggarakan di Pulau Sumatera.

"Pemilihan Riau sebagai tuan rumah sesuai dengan predikat Riau sebagai salah satu lumbung energi nasional dan penyangga utama kebutuhan pangan di Pulau Sumatra," tutur Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI Mohamad Nasir saat berpidato pada acara Puncak Hakteknas ke 23 di Komplek Gubernuran Provinsi Riau, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (10/8/2018).

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman sebagai tuan rumah dalam sambutannya menyampaikan penerapan inovasi di Provinsi Riau telah memberikan dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Riau.

Hal ini dapat dilihat pada angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang telah mengalami peningkatan pada tahun 2017 dan menempati posisi ke-6 di Indonesia. Selain itu angka penduduk miskin di Provinsi Riau pun menurun dari 8,82% di tahun 2016 menjadi 7,41% di tahun 2017.

"Saya berharap peringatan Hakteknas kali ini menjadi momentum bangkitnya iptek dan penguasaa teknologi sebagai pilar pembangunan bangsa sehingga Indonesia bisa berdaya saing global," tuturnya.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Jumain Appe selaku Ketua Umum Panitia Hakteknas ke-23 dalam laporannya menyampaikan bahwa Hakteknas kali ini akan berlangsung semarak karena dihadiri 2.000 komunitas iptek dan inovasi di seluruh Indonesia.

Selain itu panitia Hakteknas menggelar beragam rangkaian acara meliputi launching, lomba produk inovasi nasional (kategori industri, startup dan masyarakat), bakti inovasi teknologi, dan anugerah iptek dan inovasi nasional.

"Bakti Inovasi Teknologi meliputi pelatihan teknologi, praktik penanaman varietas unggul padi dan buah tropis, dan penyerahan bantuan produk inovasi kepada petani, nelayan dan pelaku usaha, " tutur Jumain Appe.

Sedangkan Anugerah Iptek dan Inovasi Nasional akan diberikan untuk 8 kategori,

Kegiatan lainnya adalah 84 kegiatan ilmiah nasional dan internasional), kegiatan  jalan sehat, lomba karya tulis, foto, vlog bertajuk Iptek dan Inovasi, dan demonstrasi dan peragaan iptek keliling,.

Juga ada acara welcome dinner, peringatan hari puncak, malam apresiasi dan Ritech Expo berupa pameran produk inovasi teknologi.

"Dipamerkan juga produk inovasi teknologi terbaru yang dihasilkan oleh perguruan tinggi, lembaga litbang dan industri, khusus bidang fokus pangan dan energi di Ritech Expo dalam format pameran eye cathcing," tandas Jumain.

Pameran Ritech Expo diikuti kurang lebih 120 institusi yang berasal dari perguruan tinggi, Balitbang daerah, kementerian dan lembaga, dunia usaha atau industri dan BUMN, unit utama dan program unggulan Kemenristekdikti, asosiasi dan komunitas, demo produk, workshop atau seminar, temu bisnis, dan rangkaian perlombaan.

Tag : kemenristekdikti
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top