Harga Avtur Naik, SIA Nilai Belum Perlu Sesuaikan Harga Tiket

Singapore Airlines mengaku belum akan melakukan penyesuaian harga tiket dalam waktu dekat kendati harga avtur terus meningkat sepanjang tahun ini.
Rio Sandy Pradana | 10 Agustus 2018 12:47 WIB
Maskapai Singapore Airlines - www.singaporeair.com

Bisnis.com, JAKARTA--Singapore Airlines mengaku belum akan melakukan penyesuaian harga tiket dalam waktu dekat kendati harga avtur terus meningkat sepanjang tahun ini.

Manager Public Relations Singapore Airlines Glory Henriette mengatakan fuel surcharge menjadi salah satu komponen dalam harga tiket penerbangannya. Penyesuaian harga akan dilakukan berdasarkan kajian internal perusahaan terhadap tren harga minyak dunia.

"Kenaikan harga avtur yang terjadi saat ini tidak langsung membuat kami menyesuaikan harga tiket. Berdasarkan review perusahaan, untuk saat ini, kami tidak menaikkan harga," kata Glory, Jumat (10/8/2018).

Dia menambahkan hasil kajian internal yang dilakukan, SIA memprediksi kenaikan harga avtur tidak terlalu membebani operasional maskapai. Namun, apabila tren kenaikan harga avtur diprediksi terjadi dalam waktu yang lama, maka penyesuaian harga tiket bisa dilakukan.

Selama ini, lanjutnya, kenaikan harga tiket terjadi apabila muncul permintaan yang tinggi pada suatu rute. Maskapai memiliki aplikasi khusus untuk memantau kondisi permintaan pasar yang bisa disinergikan dengan kapasitas seat yang dimiliki.

Glory menyebut aplikasi tersebut mampu memaksimalkan ketersediaan kursi dengan permintaan pasar sesuai dengan rute masing-masing. Harga tiket juga bisa sangat murah karena SIA secara berkala mengadakan promo.

Langkah tersebut berkebalikan dengan Scoot, maskapai penerbangan bertarif rendah (low cost carrier/LCC) milik Singapore Airlines Group, yang bersiap menaikkan harga tiket guna merespons kenaikan harga avtur dunia.

Berdasarkan keterangan resminya, kenaikan harga avtur diklaim melonjak hampir 40% dibandingkan dengan tahun lalu (year on year/y-o-y). Adapun, harga saat ini mendekati rata-rata US$90 per barel.

Scoot akan menaikkan harga tiket mulai dari 5 dolar Singapura sampai 30 dolar Singapura tergantung durasi penerbangan. Kenaikan harga juga terjadi pada seluruh jaringan, dengan persentase rata-rata 5%.

Kenaikan harga avtur telah mendorong kenaikan belanja bahan bakar sebesar 31% secara y-o-y dan telah membebani 32% dari biaya operasional. Adapun, penaikan harga tiket penerbangan akan dilakukan mulai 1 September 2018.

Selain menaikkan harga, Scoot juga sedang meninjau upaya-upaya lain untuk menekan biaya. Beberapa di antaranya termasuk mengeksplorasi cara untuk mengurangi pemakaian bahan bakar, meninjau ulang kontrak dengan pemasok, serta meningkatkan produktivitas tenaga kerja.

Kenaikan harga avtur memang menjadi tantangan terhadap industri maskapai dunia. Belum lama ini, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (International Air Transport Association/IATA) melaporkan kenaikan harga avtur dunia sudah mencapai 39,9% dibandingkan dengan tahun lalu.

Berdasarkan situs resmi IATA yang dikutip Bisnis, harga avtur dunia telah mencapai US$89,9 per barel pada 27 Juli 2018. Angka tersebut naik hingga 39,9% dibandingkan dengan tahun sebelumnya (year on year/y-o-y).

Persentase kenaikan tertinggi tercatat di kawasan Timur Tengah dan Afrika, yakni sebesar 41,9%. Kendati demikian, harga avtur di sana mencapai US$87,8 per barel atau yang paling rendah diantara kawasan lain.

Adapun, untuk kawasan Asia dan Oseania, harga avtur tercatat sebesar US$88,6 per barel atau naik 41

Tag : singapore airlines
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top