Indonesia Harus Bisa Konsisten Pertahankan Posisi LPI

Indonesia dinilai harus bisa mempertahankan momentum perbaikan posisi Logistics Performance Indeks (LPI) seiring kenaikan peringkat ke-46 dengan skor 3,15 pada tahun 2018 ini.
Ilham Budhiman | 18 Agustus 2018 12:15 WIB
Kapal Logistik Nusantara 4 yang melayani tol laut menurunkan kontainer muatannya saat bersandar di dermaga Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (28/6/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia dinilai harus bisa mempertahankan momentum perbaikan posisi Logistics Performance Indeks (LPI) seiring kenaikan peringkat ke-46 dengan skor 3,15 pada tahun 2018 ini.

Sebelumnya, pencapaian Indonesia harus naik-turun selama beberapa tahun terakhir pada peringkat LPI.

Berdasarkan catatan Bank Dunia, pada tahun 2016 posisi Indonesia berada diurutan ke-63 dengan skor 2,98. Sementara 2014, ada di posisi ke-53 (skor 3,08) dan tahun 2012 diposisi ke-59 (skor 2,94).

"Bagi kami yang penting untuk Indonesia mencoba mempertahankan posisi secara konsisten. Mungkin ada niat menjadi skor paling tinggi," kata Maritime Specialist World Bank Indonesia Daniel Alexander van Tuijll, beberapa waktu lalu.

LPI merupakan indeks kinerja logistik negara-negara di dunia yang dirilis oleh Bank Dunia per dua tahun sekali. Indeks ini memperhatikan sejumlah komponen yakni bea dan cukai, infrastruktur, pengiriman barang internasional, kualitas dan kompetensi logistik, pencarian barang (tracking/tracing), dan ketepatan waktu (timeliness).

Dari semua aspek penilaian LPI 2018, aspek kepabeanan meraih skor terendah sebesar 2,67. Sementara itu, aspek penilaian tertinggi adalah ketepatan waktu dengan skor 3,67.

Aspek lainnya yaitu infrastruktur dengan skor 2,89, pengiriman barang internasional 3,23, kualitas dan kompetensi logistik 3,1, dan pencarian barang sebesar 3,3.

Reformasi Logistik

Selain itu, Daniel mengatakan yang terpenting bagi Indonesia saat ini adalah melakukan reformasi logistik guna meningkatkan kapasitas persaingan industri, di samping untuk meningkatkan LPI itu sendiri.

"Sebab LPI hanya indeks indikator, ada positif atau negatif,"

Adapun Bank Dunia, kata Daniel, tidak serta merta bisa memberikan penyusunan rekomendasi untuk menaikan kinerja logistik Indonesia mengingat hal itu tidak mudah dan sederhana karena menyangkut banyak faktor.

Namun demikian, adanya perbaikan dibeberapa sektor sebenarnya sudah cukup baik untuk meningkatkan kinerja logistik Indonesia kendati di sisi lain hal tersebut masih mendapat skor terendah.

"Misalnya di Bea Cukai, sudah beberapa hal diperbaiki selama dua tahun, tapi mungkin tidak ditangkap 100% dalam LPI. Seperti post border, Indonesia Single Risk Management, juga implementasi Indonesia National Single Window (INSW)," ungkapnya.

Daniel berharap pemerintah bisa bersinergi dengan para pelaku industri di sektor ini mengingat negara-negara lain terutama Asean berlomba-lomba meningkatkan kinerjanya dengan baik.

Tag : bank dunia, logistik
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top