Platform Matakota Dorong Penerapan Smartcity

Perusahaan rintisan atau startup di bidang teknologi Matakota telah mengembangkan platform untuk mendorong penerapan kota pintar berupa software as a service (SaaS) yang dapat digunakan melalui ponsel pintar.
Sholahuddin Al Ayyubi | 19 Agustus 2018 18:45 WIB
Aplikasi Matakota - www.matakota.id

Bisnis.com, JAKARTA--Perusahaan rintisan atau startup di bidang teknologi Matakota telah mengembangkan platform untuk mendorong penerapan kota pintar berupa software as a service (SaaS) yang dapat digunakan melalui ponsel pintar.

Chief Executive Officer (CEO) Matakota Erick Karya mengungkapkan platform Matakota bisa digunakan oleh pengguna untuk berbagi informasi mengenai kemacetan lalu lintas, kerusakan jalan, kebakaran, bencana alam, tindak kejahatan hingga berbagi informasi tentang anak hilang.

Menurutnya, aplikasi tersebut tidak berbeda dengan media sosial masa kini yang dapat berbagi apa pun secara real-time.

"Sebetulnya Matakota adalah media sosial masa kini untuk bisa berbagi kondisi dan keadaan di sekitarnya secara real-time, yang bertujuan membangun kota bersama-sama sehingga memiliki social impact yang luas," tuturnya, Minggu (19/8/2018).

Dia menjelaskan Matakota saat ini sudah terhubung dengan lebih dari 8.000 pengguna aktif yang berasal dari berbagai daerah dan menargetkan penggunanya akan melampaui 500.000 pada akhir 2018 ini dengan harapan semakin banyak warga yang berpartisipasi agar pengawasan terhadap kota semakin terkontrol.

Menurutnya, salah satu dampak yang dihasilkan dari hadirnya aplikasi Matakota yaitu terbantunya salah satu driver ojek online dari musibah yang terjadi berdasar laporan salah satu user Matakota.

Dia menjelaskan user Matakota melakukan realtime-crowdfunding untuk membantu pengemudi Ojek Online tersebut dengan melakukan kampanye #HPforAVIV sehingga bisa terkumpul dana yang kemudian disalurkan kepada yang bersangkutan. 

"Kami ingin menjamin masyarakat dan pemerintah bahwa Matakota adalah wadah tepat untuk menjadi platform yang membantu perkembangan smartcity," katanya. 

Tag : media sosial, platform
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top