PUPR Segera Bangun Rumah Tahan Gempa di Lombok

Kementerian PUPR siap mempercepat pembangunan infrastruktur pasca gempa yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Feni Freycinetia Fitriani | 20 Agustus 2018 20:45 WIB
/Antara

Bisnis.com, JAKARTA-- Kementerian PUPR siap mempercepat pembangunan infrastruktur pasca gempa yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menegaskan struktur rumah dan gedung yang akan dibangun nantinya harus tahan gempa.

"Kami sudah bikin poster-poster tentang pembangunan RISHA atau rumah instan sederhana tahan gempa," katanya di Kantor Wapres RI, Senin (20/8/2018).

Risha merupakan teknologi struktur bangunan tahan gempa. Bangunan tersebut berbeda dengan bangunan sebelumnya yang ada di Lombok.

Dia menuturkan saat ini ada sekitar 20 unit RISHA yang telah dibangun di Lombok. Rumah-rumah tersebut akan dijadikan warga sebagai contoh untuk membangun rumah warga yang menjadi korban gempa bumi.

Menurutnya, RISHA hanya salah satu model yang cepat dan tahan gempa. Dia bahkan menghitung proses pembangunan hanya memakan waktu seminggu.

Basuki mencontohkan RISHA pernah dibangun di Belu dimana pemerintah membangun rumah khusus eks pengungsi Timor-Timur.

"Waktu itu 150 rumah itu pakai RISA. [Hasilnya] bagus rapi. Kalau pakai RISA, batu bata yang runtuh bisa dipakai kembali," ucapnya.

Lebih lanjut, Kemen PUPR dibantu oleh ratusan mahasiswa jurusan Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Mataram untuk membantu sosialisasi dan pembangunan di lapangan.

Sementara itu, Basuki mengatakan telah mendapat bantuan dari Gubernur Jatim Sukarwo untuk menyediakan bahan-bahan dan peralatan.

"Pak Wapres [Jusuf Kalla] bilang bahan-bahan jangan didatangkan dari Jakarta terlalu jauh. Alhamdulillah, Jatim bersedia bantu. Sekarang sedang diproduksi aplikator, mold, cetakan, ratusan dibikin di sana," ungkap Basuki.

Seperti diketahui, kawasan Lombok diguncang gempa hebat beberapa kali sejak akhir Juli. Gempa pertama terjadi pada 29 Juli m berkekuatan 6,5 SR terjadi.

Selanjutnya, gempa berkekuatan 6,9 SR kemudian terjadi pada 5 Agustus. Terakhir, gempa berkekuatan 7 SR kembali mengguncang Lombok pada Minggu, 19 Agustus.

Tercatat, 36 ribu rumah pribadi, 150 sekolah, dan ribuan bangunan lain rusak parah akibat gempa bumi.

Tag : gempa lombok, Kementerian PUPR
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top